- 26 Jul 2019
- 2 menit membaca
Diperbarui: 18 Mar
INDONESIA memiliki dua lembaga intelijen: BIN (Badan Intelijen Negara) dan BAIS (Badan Intelijen Strategis), selain satuan intelijen di internal lembaga penegakan hukum. BIN berakar pada Badan Istimewa yang dibentuk Zulkifli Lubis di awal Indonesia merdeka. Sedangkan BAIS merupakan hasil penggabungan beberapa satuan intelijen militer.
Selain pertimbangan strategis, ternyata ada cerita menarik di balik pembentukan BAIS. Suatu hari, Kolonel Soedibyo Rahardjo mengeluh kepada temannya, Kolonel M. Arifin. Dia ingin keluar dari Sintel Hankam/ABRI yang dipimpin oleh Mayjen TNI Benny Moerdani.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















