top of page

Dari Banteng Raiders ke Baret Merah

Jawa Tengah pernah punya tiga batalyon Banteng Raiders. Satu tetap di Srondol dan sisanya menjadi bagian dari Baret Merah Kandang Menjangan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Markas Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan. (Dok. Agus N).

9 Apr 2023
2 menit membaca

Diperbarui: 8 Mei

SETELAH lebih dari satu dekade, pasukan Banteng Raiders di Jawa Tengah makin berpengalaman dalam banyak pertempuran. Baik melawan DI/TII di Jawa Tengah, PRRI di Sumatra Barat, maupun terlibat dalam perebutan Irian Barat. Jumlah personelnya semakin besar.


Ketika Ahmad Yani, perintis Banteng Raiders menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Banteng Raiders sudah sebesar tiga batalyon. Batalyon Infanteri 436 menjadi Banteng Raiders I di Magelang, Batalyon Infanteri 454 sebagai Banteng Raiders II di Srondol, dan Batalyon Infanteri 441 sebagai Banteng Raiders III di Jatingaleh.


Banyak anggota Banteng Raiders I kemudian masuk ke dalam Resimen Tjakrabirawa, pasukan pengawal Presiden Sukarno pada 1962. Termasuk Sersan Bungkus dan Kopral Ishak Bahar. Meski demikian batalyon Banteng Raiders I dan III tetap ada.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Josephine Baker menjadi mata-mata Prancis di masa Perang Dunia II. Bintang panggung keturunan Afrika-Amerika ini memanfaatkan koneksi dan kecerdikannya untuk mengelabui Nazi.
Josephine Baker menjadi mata-mata Prancis di masa Perang Dunia II. Bintang panggung keturunan Afrika-Amerika ini memanfaatkan koneksi dan kecerdikannya untuk mengelabui Nazi.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Sebuah pameran yang tak semata untuk merespon kondisi kekinian, tapi juga untuk menghidupkan sekaligus mengabadikan Balai Budaya selaku tempat bersejarah dalam dunia seni-budaya bangsa.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
Mahkamah rakyat bukan barang baru, baik di isu-isu internasional maupun Indonesia. Wacananya muncul lagi sebagai alternatif pengungkapan kebenaran.
 Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Remah-remah kisah dari pedalaman Kalimantan.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Wartawan lintas zaman yang tak pernah padam semangatnya. Tetap menulis sampai akhir hayat.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
transparant.png
bottom of page