top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Demonstrasi Menolak Olimpiade Berujung Pembantaian

Aksi damai mahasiswa dan pelajar anti-Olimpiade 1968 yang berakhir dengan tragedi berdarah usai ditembaki sniper dan senapan mesin.

2 Okt 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Monumen Peringatan Pembantaian Tlatelolo di Plaza de las Tres Culturas (CIPDH-UNESCO)Monumen Peringatan Pembantaian Tlatelolo di Plaza de las Tres Culturas. (CIPDH-UNESCO).

  • 2 Okt 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 15 Jan

PLAZA de las Tres Culturas di Distrik Tlatelolco, Mexico City masih disesaki sekitar 10 ribu massa mahasiswa dan pelajar di pengujung petang 2 Oktober 1968. Unjuk rasa dan orasi menolak penyelenggaraan olimpiade masih bergema ketika aparat militer Meksiko mulai mengepung. Menjelang pukul 6 petang, tetiba saja dua peluru suar ditembakkan ke arah massa yang memicu kepanikan dan berujung tragedi.


Di hari itu, ribuan mahasiswa kiri dari UNAM, IPN, serta beberapa kampus lain dan pelajar dari berbagai sekolah menengah atas yang tergabung dalam Consejo Nacional de Huelga (CNH) atau Dewan Mogok Nasional menggelar demonstrasi besar-besaran. Sudah sejak Juli CNH menentang pemerintah yang dikuasai rezim otoriter Partai Revolusioner Institusional (PRI) yang sudah berkuasa sejak 1944.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page