top of page

Dokter Kulit Dokter Kere?

Kini, tak sulit menemukan dokter kulit, terlebih dokter kulit kecantikan. Padahal, profesi ini dulu hampir tak dikenal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Retno Iswari Tranggono (paling kiri) dan Syarief Wasitaatmadja (paling kanan) pada 1970-an. Sumber: The Entrepreneur Behind The Science of Beauty.

  • 1 Jun 2018
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

SYARIEF WASITAATMADJA, pakar kesehatan kulit, tak pernah lupa profesi dokter kulit hampir tak dikenal masyarakat sampai menjelang tahun 1980-an. “Dulu orang-orang inginnya ahli bedah, ahli penyakit dalam, dokter anak, dan ahli kebidanan. Yang favorit empat ini,” ujarnya kepada Historia.


Ketidakpopuleran itu disebabkan oleh fokus objek penanganan. Dokter-dokter spesialis kulit yang ada ketika awal Indonesia merdeka kebanyakan mendalami penyakit kulit kronis. Profesi itu dekat dengan penyakit kulit semacam kusta, sifilis, dan herpes. Dokter JB Sitanala, salah seorang pendiri Palang Merah Indonesia (PMI), misalnya, mendalami penyakit kusta. Dokter Kodiat lain lagi, dia fokus pada penyakit frambusia.


Ketika Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoksi) –dulu bernama Persatuan Ahli Dermato-Venereologica Indonesia– didirikan tahun 1965, jumlah anggotanya hanya 42 orang. Buntut dari ketidakpopuleran itu, profesi dokter kulit menjadi profesi yang kering alias minim mendatangkan keuntungan materi. Bahkan menurut Retno Iswari Tranggono dalam biografinya yang ditulis Jean Couteau, The Entrepreneur Behind The Science of Beauty, sebutan lain dokter kulit adalah dokter kere.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
bg-gray.jpg
Para pengikut Tan Malaka dihadapkan ke pengadilan. Mereka didakwa melakukan penculikan Sutan Sjahrir dan berupaya menggulingkan pemerintahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was born into a prominent noble family. Yet, she chose the path of struggle.
bg-gray.jpg
Jalan panjang Maria Ullfah memperjuangkan keadilan bagi perempuan. Terhenti di zaman Jepang.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Plastik benda penting dalam konsumerisme modern ini diperkirakan akan menjadi sumber bencana lingkungan di masa depan.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
Jadwal laga-laga akbar sepakbola kacau gegara virus corona, sebagaimana yang terjadi seabad silam.
Sosok legendaris dengan cap super-sub bertuah. Diharapkan mendongkrak performa Manchester United yang tengah gudrah.
Sosok legendaris dengan cap super-sub bertuah. Diharapkan mendongkrak performa Manchester United yang tengah gudrah.
Momen pembahasan arah gerak budaya yang bersemangat sama namun di masa yang berbeda.
Momen pembahasan arah gerak budaya yang bersemangat sama namun di masa yang berbeda.
Orde Lama versus Orde Baru. Apa yang baru dari Orde Lama? Dan apa yang lama dalam Orde Baru?
Orde Lama versus Orde Baru. Apa yang baru dari Orde Lama? Dan apa yang lama dalam Orde Baru?
Remaja ideal berubah dari masa ke masa sebagaimana digambarkan oleh empat film berbeda.
Remaja ideal berubah dari masa ke masa sebagaimana digambarkan oleh empat film berbeda.
transparant.png
bottom of page