- 12 Des 2017
- 3 menit membaca
Diperbarui: 11 jam yang lalu
KETIKA mengantar kepergian Ujeng Suwargana pada 7 Mei 1979, di depan khalayak Abdul Haris Nasution menyampaikan kesan dan kenangan terakhir bagi sahabat lamanya itu.
“Dengan biaya sendiri Uyeng (Ujeng) membuat buku-buku kecil dalam bahasa Inggris yang menjelaskan perjuangan Irian Barat,” ujar Nasution sebagaimana dituturkannya dalam memoar Memenuhi Panggilan Tugas Jilid 5: Kenangan masa Orde Lama. Hingga akhir hayatnya, menurut Nasution, pemerintah belum pernah memberikan tanda penghargaan atas jasa-jasa Ujeng.
Ujeng Suwargana alias Oey Eng Soe lahir di Bandung pada 12 November 1917. Perkenalan Ujeng dan Nasution bermula saat keduanya menempuh pendidikan militer untuk korps perwira cadangan Belanda di Bandung (CORO) tahun 1940. Di masa perang kemerdekaan, keduanya pun menjadi sejawat seperjuangan. Ketika Nasution menjabat Panglima Divisi Siliwangi tahun 1946, Ujeng adalah komandan logistiknya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















