top of page

Eksekusi Mati dengan Banteng Penghukum yang Tak Kenal Ampun

Brazen Bull dikenal sebagai alat penyiksaan paling terkenal di masa lalu. Ketika api diletakkan di bawah patung banteng ini, orang yang dihukum mati di dalamnya tewas terpanggang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi yang menggambarkan momen Perillos, perajin logam yang membuat brazen bull, tewas di dalam alat ciptaannya sendiri. (Pierre Woeiriot/Wikipedia).

4 Mar 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 28 Mei

HUKUMAN mati bukan hal baru dalam sejarah peradaban manusia. Gambaran proses eksekusi mati dengan keji dapat ditelusuri melalui beragam artefak. Di antaranya empat lukisan gua di Cingle de la Mola Remigia, kawasan pantai timur Spanyol, dari tahun 6500 SM. Lukisan-lukisan tersebut digambarkan oleh seorang ahli sebagai “pembunuhan tergorganisir”. Salah satunya menunjukkan seorang pria terbaring, tangan dan kakinya terikat, dan tubuhnya penuh anak panah. Dalam gambar tersebut juga terlihat tujuh belas orang tampak mengangkat busur mereka.


Sejak zaman kuno hingga era modern, berbagai metode penyiksaan diterapkan untuk mengeksekusi orang-orang bersalah atau pelaku kejahatan. Dalam banyak kasus, hukuman mati tak hanya dijatuhkan kepada pelaku pembunuhan.


Menurut Joseph A. Melusky dalam “Old (and Gruesome) Methods of Execution”, termuat di Capital Punishment: An Encyclopedia of History, Politics, Culture, and the Law, hukuman mati di Roma kerap diberikan kepada mereka yang melakukan pencemaran nama baik, membuat maupun menyanyikan lagu-lagu yang menghina, membakar setumpuk jagung di dekat rumah, melakukan sumpah palsu, membuat keributan di malam hari di kota, hingga melakukan pencurian budak.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Penelitian Belanda dan berbagai kasus gugatan pengadilan yang melibatkan mereka.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
Pemahaman secara mendalam dan berimbang terhadap peristiwa pada kurun 1959-1969 syarat menuju rekonsiliasi.
transparant.png
bottom of page