top of page

Enam Lima

Indonesia bukan satu-satunya negara yang menghadapi persoalan dengan masa lalunya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustrasi Aditya Maheswara/Historia.ID.

  • 18 Sep 2012
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 25 Jul 2025

WAKIL Ketua DPR dari Partai Golkar Priyo Budi Santoso menanggapi laporan Komnas HAM tentang pelanggaran HAM berat peristiwa 1965 dalam nada minor. “Kalau semua diungkap, nanti lama-lama zaman Ken Arok juga minta diungkap,” kata dia sinis.


Maka baiklah, kalau seandainya kehawatiran Priyo menjadi kenyataan: ada sebagian pihak yang menuntut pelanggaran HAM berat sampai ke zaman Ken Arok, bagaimana jadinya?

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
transparant.png
bottom of page