top of page

Gatot Soebroto Bercanda Rambut Bawah

Gatot Soebroto kerap bercanda untuk mendekatkannya dengan prajurit bawahan. Salah satunya soal rambut bawah.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 4 Agu 2022
  • 2 menit membaca

DALAM kunjungan ke Maluku saat pergolakan Republik Maluku Selatan (RMS), Kolonel Gatot Soebroto tidak lupa memeriksa keadaan para prajurit bawahannya. Pada awal 1950-an, Gatot pernah menjadi Panglima Tentara dan Teritorium VII Wirabuana yang membawahkan wilayah Indonesia Timur. Maluku termasuk wilayahnya.


Gatot Soebroto, mantan sersan tentara kolonial KNIL (Koninklijk Nederlandsche Indische Leger) adalah perwira yang dekat dengan bawahannya dan suka mengobrol dengan mereka. Gatot suka melakukan inspeksi untuk melihat keadaan bawahannya.


Pada suatu kunjungan, Gatot memasuki asrama. Dia memeriksa dengan teliti sampai tempat menjemur pakaian tak lupa dari inspeksinya. Meski sepele tempat itu penting demi kesehatan tentara. Namun, ada sesuatu yang tidak beres di sana.


“Kok belum ada kawat jemuran?” tanya Gatot kepada prajurit yang ada di sekitarnya.

Gatot mendapat jawaban yang biasa terjadi di banyak instansi: barang belum datang. Salah satu prajurit berkata, “kami sedang menunggu kiriman kawat.”


“Sambung-sambunglah rambutmu yang ada di bawah itu, nanti bisa jadi tali jemuran,” kata Gatot dengan kocaknya.


Begitulah cara Gatot Soebroto berinteraksi dengan bawahannya sebagaimana diceritakan koleganya, dr. Soemarno Sastroatmodjo dalam Dari Rimba Raya ke Rimba Ibukota. Soemarno belakangan menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Menteri Dalam Negeri.


Cerita tadi bukan satu-satunya kisah Gatot Soebroto soal rambut bawah di dekat kemaluan. Di lain waktu, ketika sedang memeriksa barisan, Gatot mulai iseng setelah melihat seorang prajurit yang berdiri tegak. Gatot mendekatinya dan mengatakan sesuatu.


“Apa jenggot saya sama dengan rambut bawahmu?” kata Gatot. Prajurit yang dalam posisi siap itu pun berjuang menahan tawa.


Gatot Soebroto juga dikenal di lingkungan TNI dengan umpatan: monyet. Pada suatu kesempatan ketika sedang naik kapal dari Nusa Ina ke Banda, kapal bergoyang terkena gelombang. Tiba-tiba Gatot berteriak. “Monyet-monyet suruh kumpul dan baris!” perintahnya.


Semua bawahan berkumpul dan siap menerima arahan dan amarah. Termasuk perwira kapal. Gatot lalu mengeluh dengan jenakanya, “Hei, monyet-monyet, lihat laut begitu luas, kok kamu tadi mencari jalan yang banyak gelombangnya?”


Gatot sendiri sejak muda belajar dalam pasukan infanteri. Dia pernah menjadi pasukan marsose KNIL. Gatot mengaku ketika masih menjadi prajurit bawahan, jika ada perintah tiba-tiba untuk apel (berkumpul), selalu berusaha siap. Dia bahkan tidak ragu mengambil senjata siapa saja yang sudah dalam kondisi bersih ketika masuk barisan apel. Setiap apel biasanya ada pemeriksaan senjata.


Maka, mengingat perilakunya itu, tak heran jika dalam memeriksa barisan, Kolonel Gatot Soebroto tak lupa bertanya: apa senjata yang dibawa prajurit senjata miliknya atau senjata kawannya.


Peter Britton, berdasarkan pengakuan Brigadir Jenderal TNI Suprapto, menyebut dalam Profesionalisme dan Ideologi Militer Indonesia, bahwa Gatot terkenal sebagai sosok yang mudah bergaul dengan para bawahannya. Tak jarang mereka dipanggil monyet oleh Gatot.


Gatot Soebroto bercanda dengan kata-kata mesum untuk mendekatkannya dengan para prajurit bawahan. “Kesukaannya menggunakan kata-kata mesum meningkatkan reputasinya sebagai seorang komandan pasukan infanteri yang efektif,” tulis Britton.


Sementara itu, Mohammad Oemar dalam Jenderal Gatot Subroto: Pahlawan Nasional menyebut Gatot selalu dapat menghidupkan suasana pergaulan dengan ucapan-ucapan yang lucu dan polos.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
transparant.png
bottom of page