- 18 Okt 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 23 Mei
GEDUNG tinggi bercat putih itu lusuh tak terawat. Sebagian besar jendelanya tak berkaca dan jadi rumah yang nyaman bagi laba-laba. Halamannya penuh puing dan rumput liar. “Tempat ini sekarang sering dipakai acara uji nyali,” ujar Priyo, berusia 34 tahun, pedagang minuman yang mangkal di depan gedung tersebut. Uji nyali adalah acara televisi berbau mistis yang ditayangkan sebuah stasiun televisi swasta.
Di depan gedung itu, tembok yang tertutup seng dipenuhi tetumbuhan rambat. Tak sembarang orang bisa masuk. Minimal mesti mengurus izin terlebih dulu kepada si empunya, sebuah hotel berbintang yang terletak persis di sampingnya.
“Katanya sih mau dibikin restoran mewah. Tapi ada yang bilang mau dibuat hotel lagi,” kata Jumali, berusia 54 tahun, seorang tukang jahit yang biasa mangkal di sekitar tempat tersebut.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















