top of page

Geliat Seni Rupa Semasa Pendudukan Negeri Sakura

Agenda propaganda Jepang dijadikan para seniman sebagai alat untuk mengasah diri dan mendapatkan material seni.

loading_historia_white.gif
transparant.png

12 Mei 2018
2 menit membaca

Diperbarui: 6 Mei

SEJAK didirikan Agustus 1942, Sendenbu (Departemen Propaganda) menggenjot produksi alat propaganda lewat berbagai media. Radio, film, surat kabar, serta pameran dan pertunjukan seni merupakan media propaganda Jepang di Indonesia. 


Untuk memaksimalkan usaha propaganda tentang perang Asia Timur Raya, Jepang juga membentuk Biro Pengawas Siaran Jawa (Jawa Hoso Kanrikoru), Perusahaan Surat Kabar Jawa (Jawa Shinbunkai), dan Perusahaan Film Jepang (Nihon Eigasha Nichi’ei).


Alhasil, banyak karya seni anak bangsa muncul semasa pendudukan Jepang. Hal itu mendorong Dewan Kesenian Jakarta membuat pameran arsip bertajuk “3,5 Tahun Bekerja”. “Arsip kesenian masa Jepang belum banyak digali. Padahal perlu adanya pembacaan ulang atas seni masa Jepang bukan hanya sebagai alat propaganda,” kata Afrizal Malna mewakili Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta kepada Historia.ID.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Itaewon berkembang dari “desa orang asing” menjadi “zona internasional”. Disebut sebagai pintu gerbang menuju dunia.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
transparant.png
bottom of page