Diperbarui: 20 Jul
WAJAH Lius Pongoh, pebulutangkis era 1980-an, seketika berubah. Senyum yang menghiasi wajahnya menghilang berganti kesedihan ketika mengenang keikutsertaannya dalam Indonesia Open 1984. Sambil bercerita, mata Lius berkaca-kaca.
“Ya, di ajang Indonesia Open (17-22 Juli 1984) itu momen manis-pahit buat saya. Di bulan yang sama, mama saya meninggal,” ujar Lius lirih saat ditemui Historia di PB Djarum, Kamis, 3 Januari 2019. “Mama saya namanya mirip pahlawan perempuan, Kartini, tapi enggak ada (huruf) ‘i’-nya, jadi namanya Kartin,” lanjut pria yang sejak 2011 bernaung di bawah PB Djarum sebagai Administration and Support Coordinator.
Lius lahir dari pasangan Kartin dan Darius Pongoh di Jakarta 3 Desember 58 tahun lampau. Meski ayahnya pelatih bulutangkis klub PB 56, bukan berarti serta-merta Lius doyan olahraga tepok bulu. Lius kecil justru bercita-cita jadi tentara atau jadi praktisi beladiri.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












