top of page

Hadiah Juara untuk Mama

Gelar juara yang diraih Lius Pongoh dengan sukacita dan dukacita. Hadiah untuk ibunda tercinta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mata Lius Pongoh berkaca-kaca saat mengenang momen 1984, di mana ia memenangi Indonesia Open edisi pertama sekaligus kehilangan orang yang dikasihinya (Foto: Randy Wirayudha/Historia)

5 Jan 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Jul

WAJAH Lius Pongoh, pebulutangkis era 1980-an, seketika berubah. Senyum yang menghiasi wajahnya menghilang berganti kesedihan ketika mengenang keikutsertaannya dalam Indonesia Open 1984. Sambil bercerita, mata Lius berkaca-kaca.


“Ya, di ajang Indonesia Open (17-22 Juli 1984) itu momen manis-pahit buat saya. Di bulan yang sama, mama saya meninggal,” ujar Lius lirih saat ditemui Historia di PB Djarum, Kamis, 3 Januari 2019. “Mama saya namanya mirip pahlawan perempuan, Kartini, tapi enggak ada (huruf) ‘i’-nya, jadi namanya Kartin,” lanjut pria yang sejak 2011 bernaung di bawah PB Djarum sebagai Administration and Support Coordinator.


Lius lahir dari pasangan Kartin dan Darius Pongoh di Jakarta 3 Desember 58 tahun lampau. Meski ayahnya pelatih bulutangkis klub PB 56, bukan berarti serta-merta Lius doyan olahraga tepok bulu. Lius kecil justru bercita-cita jadi tentara atau jadi praktisi beladiri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page