- 2 Jul 2025
- 2 menit membaca
Diperbarui: 21 Mei
KALA berpetualang ke Nusantara, sekira tahun 1500, bangsa Spanyol dan Portugis membawa jenis tanaman pangan baru yang belum dikenal sebelumnya: jagung. Tanaman dari benua Amerika ini dengan cepat menyebar dan berkembang di Nusantara.
Jagung cepat populer terutama karena bisa tumbuh di lahan-lahan marjinal. Bahkan Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) pun terkesan sehingga memerintahkan pejabat mereka di Banda mengujicoba penanamannya pada 1663.
“Makanya, jagung menemukan jalannya ke pusat perdagangan terpenting di Indonesia Timur sebelum 1700, dan saat itu pula berakar kuat sebagai tanaman penting, bahkan tanaman pokok yang dominan,” tulis Peter Boomgaard dalam “Maize and Tobacco in Upland Indonesia 1600–1940”, termuat dalam Transforming the Indonesia Uplands yang disunting Tania Li.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















