top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Jalan Radius Prawiro Menjadi Ekonom Orde Baru

Radius Prawiro menimba ilmu ekonomi di Rotterdam dan Jakarta. Bergiat dalam organisasi profesi dan kekaryaan jalan menuju pemerintahan.

14 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Menteri Perdagangan Radius Prawiro (kanan) menghadap Presiden Soeharto di gedung Bina Graha Jakarta, 2 Juni 1981. (Perpusnas RI).

Diperbarui: 6 Jan

SEJAK semula Radius Prawiro memiliki cita-cita menjadi seorang ekonom. Pengalaman bekerja di perusahaan susu kakeknya hingga berdagang kecil-kecilan menumbuhkan hasratnya untuk belajar ekonomi secara formal. Karena itu, ketika tawaran untuk belajar ekonomi di Negeri Belanda dari pemerintah, Radius tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia mendaftar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page