- 15 Nov 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 6 Jan
SEJAK semula Radius Prawiro memiliki cita-cita menjadi seorang ekonom. Pengalaman bekerja di perusahaan susu kakeknya hingga berdagang kecil-kecilan menumbuhkan hasratnya untuk belajar ekonomi secara formal. Karena itu, ketika tawaran untuk belajar ekonomi di Negeri Belanda dari pemerintah, Radius tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia mendaftar dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Setelah melalui tahapan seleksi, Radius akhirnya diterima sebagai mahasiswa Nederlandsche Economische Hogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam yang kemudian berkembang menjadi Erasmus Universiteit. Bidang studi yang dipilihnya adalah ekonomi perusahaan. Maka, Radius meninggalkan dinas kemiliteran dan pada Agustus 1953 berangkat ke Belanda dengan menumpang kapal Willem Ruys.
Radius bukan orang Indonesia pertama yang kuliah di sana. Ada nama-nama besar ekonom Indonesia yang pernah kuliah di sana seperti Mohammad Hatta dan Sumitro Djojohadikusumo. Di masanya, beberapa mahasiswa Indonesia di Rotterdam yang kemudian menjadi orang penting antara lain Arifin Siregar, Hendro Budianto, dan kemudian Kwik Kian Gie.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












