top of page

Jurus Devaluasi dan Deregulasi Radius Prawiro

Pemerintah Orde Baru menghadapi inflasi dan minimnya penerimaan negara. Radius Prawiro mengeluarkan kebijakan devaluasi dan deregulasi.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 17 Nov 2024
  • 7 menit membaca

Diperbarui: 5 Jan

SUATU hari di bulan Maret 1966, Radius bersama ayahnya menonton siaran TVRI. Presiden Sukarno sedang mengumumkan nama-nama anggota Kabinet Dwikora III. Radius kaget ketika namanya disebut sebagai gubernur Bank Indonesia. “Saking kagetnya, seminggu saya tidak pergi ke mana-mana,” kata Radius, dikutip Dawam Rahardjo dalam Bank Indonesia dalam Kilasan Sejarah Bangsa.


Radius pantas terkejut. Dia tak mendapatkan pemberitahuan sebelumnya. Dia juga tak melobi siapapun. Jabatan itu biasanya juga diduduki oleh senior yang sudah berpengalaman. Namun, pada akhirnya, dia tahu penunjukannya sebagai gubenur BI atas rekomendasi Sultan Hamengku Buwono IX, atasannya di Badan Pemeriksa Keuangan (Bepeka), yang kemudian jadi figur penting di awal Orde Baru.


Radius tak mau berlama-lama menenangkan diri. Dia harus siap untuk menghadapi tugas berat ini di tengah kondisi ekonomi yang sulit.


Di awal menduduki jabatan itu, persoalan pokok yang harus diselesaikannya adalah mengembalikan independesi Bank Sentral dalam kebijaksanaan moneter. Pada akhir Desember 1966, Radius melakukan penyederhanaan direksi Bank Indonesia (BI). Langkah ini merupakan upaya memisahkan Bank Sentral dari Bank Negara Indonesia (BNI) unit-unit lain.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
transparant.png
bottom of page