- 16 Nov 2024
- 7 menit membaca
Diperbarui: 6 Jan
RADIUS Prawiro tak menyangkal peran Sri Sultan Hamengku Buwono IX dalam perjalanan kariernya. Berkat Sultan, dia menduduki pejabat setara menteri Pemeriksa Keuangan Agung Muda/anggota pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (Bapeka) dalam Kabinet Dwikora I (2 September 1964-21 Februari 1966). “Sultan mau saya,” kenang Radius.
Radius adalah orang kepercayaan Sultan, yang menjabat Menteri/Ketua Bapeka yang berkedudukan sebagai menteri koordinator kompartemen. Menurut John Monfries dalam A Prince in a Republic, saat itu kader-kader partai politik mengisi posisi strategis di lembaga-lembaga negara dan pemerintah, termasuk Bapeka. Karena itulah Sultan membentuk tim ahli di internal Bapeka berisi orang-orang yang benar-benar bisa dipercaya dan diandalkan. Salah satunya Radius.
Sultan adalah figur sentral dalam masa transisi kekuasaan. Menyusul Peristiwa Gerakan 30 September 1965, Sultan kian intens menjalin hubungan dengan para pendukung Orde Baru.
Pada akhir 1965, lanjut Minfries, Sultan secara diam-diam bertemu dengan Widjojo dan para ekonom dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) untuk membicarakan pemulihan ekonomi. Sultan terkesan dengan gagasan stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












