top of page

Jejak Kaum Intelektual Era Kesultanan Aceh

Aceh menjadi salah satu tempat kelahiran kaum intelektual di Nusantara. Berbagai pemikiran keagamaan menghiasai perkembangan ilmu pengetahuan di ujung pulau Sumatera itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Makam Abdurrauf as-Singkili (Wikimedia Commons)

3 Okt 2019
4 menit membaca

Diperbarui: 11 Jul

SEJAK awal abad ke-15, pelabuhan-pelabuhan di utara Sumatera telah menjadi pusat pertukaran kebudayaan dari seluruh dunia. Situasi tersebut merupakan imbas langsung semakin terbukanya jaringan dagang internasional kala itu. Keterbukaan itu pun  dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat Aceh untuk menyerap pengetahuan seluas-luasnya dan menerapkan nilai-nilai baru yang positif di negerinya. Karena keuletan orang-orang Aceh itu, sejak era Kesultanan Samudera Pasai, Aceh banyak melahirkan kaum ulama. Kepandaian mereka pun terkenal di kalangan negeri-negeri Melayu.


Seorang ahli budaya Melayu Richard Olaf Winstedt pernah menulis di dalam penelitiannya, A History of Malaya, tentang seorang alim dari Pasai yang diberi hadiah emas dan budak perempuan muda berkat pengetahuan yang dimilikinya.


Saat itu Sultan Malaka Mansur Syah (wafat 1477) mengirim seorang utusan ke Pasai untuk mencari jawaban atas keresahan yang sedang dihadapinya. Sambil membawa beberapa peti hadiah, si utusan menyerahkan sepucuk surat dari Sultan kepada seorang alim Pasai. Surat itu berisi pertanyaan: ‘apakah sekali orang masuk neraka atau surga, ia harus tinggal di sana untuk selama-lamanya?’

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page