top of page

Kado Istimewa Pernikahan

Tinimbang mempersembahkan permata dan benda berharga, Mangkunegara VII memilih pentas tari sebagai kado pernikahan.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 12 Feb 2014
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 30 Jul 2025

KGPAA Mangkunegara VII ingin memberikan kado istimewa untuk pernikahan Putri Juliana, anak Ratu Belanda Wilhelmina, dengan Pangeran Bernhard. Sementara raja-raja lain di Nusantara mempersembahkan permata dan benda-benda berharga, dia memilih pentas tari. Kado itu semakin istimewa karena putrinya yang cantik, Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Koesoemo Wardhani atau kerap disapa Gusti Nurul, bakal jadi penarinya.


Romo (bapak), mempunyai gagasan dalam tarianku,” ujar Gusti Nurul, lahir pada 17 September 1921, dalam Lembar Kenangan Gusti Noeroel.


Pementasan tari akan diiringi gamelan Kyai Kanyut Mesem yang dimainkan di Pura Mangkunagaran, Solo. Alunan gamelan dipancarkan secara langsung melalui stasiun radio Solosche Radio Vereeniging (SRV) ke Negeri Belanda. Tarian yang dipilih Sari Tunggal, “tari dari Keraton Yogyakarta yang selama ini telah kupelajari dari kakak ibuku, Pangeran Tedjo Koesoemo,” kata Gusti Nurul.


Rangkaian acara pernikahan akan digelar pada Desember 1936-Januari 1937. Mengingat perjalanan jauh dan menyita waktu, Mangkunegara VII dan permaisuri GKR Timur serta Gusti Nurul berangkat pada Agustus 1936. 


Dalam perjalanan, di atas kapal Marnix, Gusti Nurul menyempatkan diri berlatih. Setelah tiba di Italia, perjalanan disambung dengan keretapi. Mereka tiba di Amsterdam pada 16 November 1936, lalu bertolak ke Den Haag pada 1 Desember 1936.


Menurut Harry A. Poeze dalam Di Negeri Penjajah, inilah untuk pertama kalinya seorang raja Jawa yang sedang berkuasa berkunjung ke Negeri Belanda. Selama empat bulan rombongan menginap di Puri Oud-Wassenar.


Panitia pernikahan Putri Juliana baru mengetahui rencana pementasan tari saat rombongan tiba di Belanda. Menurut Hary Wiryawan dalam Mangkoenegoro VII & Awal Penyiaran Indonesia, pihak panitia semula keberatan dengan pementasan itu dengan alasan waktu persiapan singkat untuk acara yang rumit. Namun, setelah diyakinkan Mangkunegara VII, pementasan tari masuk dalam susunan acara.


Sebulan sebelum acara, panitia melakukan tes dan meminta Gusti Nurul menari lengkap dengan iringan musik langsung dari Pura Mangkunegaran Solo yang dipancarkan melalui SRV. Bertempat di gedung Pos, Telegraph, dan Telpon (PTT), Gusti Nurul pun menari di hadapan Ratu Wilhelmina dan anggota kabinet. Pada saat yang sama, Gusti Partinah, anak kedua Mangkunegara VII, menari di Pura Mangkunegaran Solo sebagai patokan bagi pemain gamelan.


“Pada saat tes, suara gamelan sempat hilang. Namun Ibu (Gusti Timoer) yang duduk di dekat pentas membantu dengan hitungan, sehingga tarianku dapat diselesaikan dengan baik,” ujar Gusti Nurul.


Perusahaan Philips merekam gending tersebut untuk pementasan di hari-H. Pementasan tari pun digelar di Istana Noordeinde, disaksikan para petinggi negara, raja dan ratu dari berbagai negara, serta kedua mempelai. Pementasan berjalan lancar. “Aku merasa lega,” ujar Gusti Nurul.


Pementasan itu ramai diwartakan suratkabar Belanda. Pementasan itu juga membuat para tamu ingin mengetahui lebih jauh tentang kebudayaan Timur dari Mangkunegara VII.


Rombongan Mangkunegara VII meninggalkan Belanda pada 15 Februari 1937 dan melanjutkan perjalanan keliling Eropa.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
transparant.png
bottom of page