Diperbarui: 17 Sep
KGPAA Mangkunegara VII ingin memberikan kado istimewa untuk pernikahan Putri Juliana, anak Ratu Belanda Wilhelmina, dengan Pangeran Bernhard. Sementara raja-raja lain di Nusantara mempersembahkan permata dan benda-benda berharga, dia memilih pentas tari. Kado itu semakin istimewa karena putrinya yang cantik, Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Koesoemo Wardhani atau kerap disapa Gusti Nurul, bakal jadi penarinya.
“Romo (bapak), mempunyai gagasan dalam tarianku,” ujar Gusti Nurul, lahir pada 17 September 1921, dalam Lembar Kenangan Gusti Noeroel.
Pementasan tari akan diiringi gamelan Kyai Kanyut Mesem yang dimainkan di Pura Mangkunagaran, Solo. Alunan gamelan dipancarkan secara langsung melalui stasiun radio Solosche Radio Vereeniging (SRV) ke Negeri Belanda. Tarian yang dipilih Sari Tunggal, “tari dari Keraton Yogyakarta yang selama ini telah kupelajari dari kakak ibuku, Pangeran Tedjo Koesoemo,” kata Gusti Nurul.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















