- 17 Agu 2018
- 2 menit membaca
PUKUL 06.00 pagi, pesawat Belanda berputar-putar di atas Gedung Kepresidenan Yogyakarta (kini Gedung Agung Yogyakarta). Mengetahui hal itu, Sukarno beserta keluarga langsung naik mobil pergi mengungsi. Dia khawatir Belanda nekat mengebom Gedung Kepresidenan.
Sukarno memutuskan untuk mengungsi ke kediaman salah satu rekannya ketika kuliah di Technische Hoogeschool (THS, sekarang ITB, red.), Prof. Ir. BKRT Saluku Purbodiningrat.
“Waktu clash pertama itu Maguwoharjo (kini Lanud Adisutjipto, red.) dibom oleh Belanda. Jadi, Sukarno mengungsi ke beberapa teman dekatnya, di antaranya rumah ayah saya, supaya nggak ketahuan oleh mata-mata Belanda,” kata Raden Mas Lumiadji, putra pertama Purbodiningrat, kepada Historia.ID.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












