top of page

Keakraban Alex Kawilarang dengan Oerip Soemohardjo

Hubungan antara dua tokoh awal dunia ketentaraan Indonesia itu bagaikan anak dan ayah. Sang jenderal sempat mengejek strategi perang Kawilarang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letkol Alex Kawilarang, Komandan Brigade II (1945-1948), berjabat tangan dengan Kolonel Thomson dalam rangka gencatan senjata antara Indonesia dengan Belanda di Cianjur, Jawa Barat, 4 Februari 1948. (IPPHOS/ANRI).

28 Okt 2020
2 menit membaca

Diperbarui: 25 Agu 2025

KETIKA mendengar nama Mayor (KNIL) Oerip Soemohardjo di Jalan Cilacap No. 5 Jakarta (pusat pertemuan para pemuda yang ingin menjadi tentara Republik) disebut-sebut oleh para pemuda, jantung Alex Evert Kawilarang berdegup keras. Bagi lelaki berdarah Minahasa itu, nama Oerip tidaklah asing. Sang ayah Mayor (KNIL) A.H.H. Kawilarang pernah berkisah tentang lelaki Jawa tersebut kepadanya.


“Langsung saya ingat kepada percakapan di rumah, dulu sewaktu Ayah masih ada,” ungkap A.E. Kawilarang dalam otobiografinya, Untuk Sang Merah Putih yang disusun oleh Ramadhan K.H.


Oerip merupakan junior ayahnya saat menimba ilmu kemiliteran di Sekolah Militer Messter Cornelis, Batavia. Pasca Proklamasi, dia ditugaskan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Amir Sjarifoeddin untuk membentuk tentara republik. Guna melancarkan koordinasi, pemerintah lantas memberikan pangkat letnan jenderal kepadanya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Frank Lenz berkeliling dunia dengan sepeda membawa kamera dan mengirimkan catatan perjalanannya ke majalah. Ia hilang di tengah perjalanan.
Frank Lenz berkeliling dunia dengan sepeda membawa kamera dan mengirimkan catatan perjalanannya ke majalah. Ia hilang di tengah perjalanan.
transparant.png
bottom of page