- 25 Jun 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 12 Mar
PENDUDUK Batavia pada masa-masa awal kota ini berdiri abad ke-17 menghadapi beragam ancaman. Selain peperangan dengan penguasa-penguasa lokal dan kejahatan di luar tembok kota, mereka juga menghadapi ancaman yang tak kalah mengerikan, yaitu wabah penyakit, salah satunya kusta. Penyakit ini menyebar dengan cepat hingga memicu kepanikan di kalangan penduduk. Jumlah korban yang terus bertambah mendorong didirikannya sebuah rumah khusus tahun 1666 untuk memisahkan mereka dari penduduk yang sehat.
Joan Nieuhofs, pegawai VOC yang bermukim di Batavia pada 1660-an, mencatat dalam bukunya Gedenkwaerdige zee en Lantreize door de Voornaemste Landschappen van West en Oostindien, rumah yang berada di sepanjang jalan Angke itu dinamai Lazarus Huis. Di sana, orang yang terjangkit penyakit kusta dirawat dengan makanan, minuman, dan obat-obatan untuk disembuhkan semampunya. “Rumah ini diawasi dan dikelola oleh beberapa patriot tua dan terhormat,” tulis Nieuhofs.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















