top of page

Ketika Wabah Kusta Melanda Batavia

Penderita kusta di Batavia terus bertambah. Sebuah rumah khusus didirikan untuk memisahkan orang-orang terinfeksi dengan penduduk yang sehat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sejumlah pasien kusta dipotret sekitar tahun 1920-an. Penyakit ini sempat menjadi wabah di Batavia pada abad ke-17. (KITLV).

25 Jun 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 12 Mar

PENDUDUK Batavia pada masa-masa awal kota ini berdiri abad ke-17 menghadapi beragam ancaman. Selain peperangan dengan penguasa-penguasa lokal dan kejahatan di luar tembok kota, mereka juga menghadapi ancaman yang tak kalah mengerikan, yaitu wabah penyakit, salah satunya kusta. Penyakit ini menyebar dengan cepat hingga memicu kepanikan di kalangan penduduk. Jumlah korban yang terus bertambah mendorong didirikannya sebuah rumah khusus tahun 1666 untuk memisahkan mereka dari penduduk yang sehat.


Joan Nieuhofs, pegawai VOC yang bermukim di Batavia pada 1660-an, mencatat dalam bukunya Gedenkwaerdige zee en Lantreize door de Voornaemste Landschappen van West en Oostindien, rumah yang berada di sepanjang jalan Angke itu dinamai Lazarus Huis. Di sana, orang yang terjangkit penyakit kusta dirawat dengan makanan, minuman, dan obat-obatan untuk disembuhkan semampunya. “Rumah ini diawasi dan dikelola oleh beberapa patriot tua dan terhormat,” tulis Nieuhofs.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Sejarawan Sri Margana menyoroti klaim-klaim kontradiktif hingga lemahnya kronologi dan paradigma. Prof. Asvi Warman Adam mempersoalkan upaya legitimasi terhadap Orde Baru.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Perkembangan zaman membuat tarian Jawa beradaptasi agar tetap bertahan.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Kebutuhan akan spiritualitas membuat minat kepada Budhisme meningkat pesat di China.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
Untuk memperbaiki pertanian rakyatnya, Mangkunegara VII dan Ir. Sedyatmo membangun jembatan air. Sukses meski ditentang Belanda.
Selepas dari penjara, Sukarno tak ingin disambut dengan perayaan. Dia hanya mendamba belaian istrinya.
Selepas dari penjara, Sukarno tak ingin disambut dengan perayaan. Dia hanya mendamba belaian istrinya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
transparant.png
bottom of page