Diperbarui: 4 hari yang lalu
SEKELOMPOK taruna Militaire Akademie Yogyakarta angkatan pertama sedang diperbolehkan keluar asrama. Mereka pergi ke sebuah restoran yang cukup mahal di masa revolusi kemerdekaan. Tujuannya adalah makan enak.
“Wah hebat juga kamu, Cub, banyak uang ya,” kata Hedijanto kepada Acub.
“Tidak banyak. Tapi ada lah,” jawab Acub Zainal.
Semua taruna yang ikut makan di restoran itu tentu gembira. Terlebih, mereka boleh tambah porsi jika satu porsi tak kenyang. Maklum, makan enak saat sulit itu tentu sebuah kemewahan. Tak semua orang bisa mendapatkannya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












