top of page

Kisah Baju dan Acub Zainal

Sewaktu muda jadi taruna, Acub Zainal jahil. Tuanya, dia menjadi jenderal.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 3 Jan 2024
  • 3 menit membaca

Sekelompok taruna Militaire Akademie Yogyakarta angkatan pertama sedang diperbolehkan keluar asrama. Mereka pergi ke sebuah restoran yang cukup mahal di masa revolusi kemerdekaan. Tujuannya adalah makan enak.


“Wah hebat juga kamu, Cub, banyak uang ya,” kata Hedijanto kepada Acub.

Tidak banyak. Tapi ada lah,” jawab Acub Zainal.


Semua taruna yang ikut makan di restoran itu tentu gembira. Terlebih, mereka boleh tambah porsi jika satu porsi tak kenyang. Maklum, makan enak saat sulit itu tentu sebuah kemewahan. Tak semua orang bisa mendapatkannya.


Maka semua taruna yang ikut makan itu memuji-muji Acub, orang penting di balik acara makan di restoran itu. Setelah makan, mereka pulang ke asrama. Setiba di asrama, beberapa taruna yang ikut makan tadi kehilangan baju.


“Cub, bajumu juga hilang?” tanya Hedijanto.


“Ya. Sepotong. Biarlah! Cuma baju lama,” jawab Acub.



Sejelek apapun, di tahun 1940-an baju adalah barang yang tidak murah. Dari semu taruna yang kehilangan baju, hanya Acub yang tampak tenang. Dia bahkan berusaha membesarkan hati para kawan-kawannya itu.


“Sudahlah. Bua tapa baju-baju jelek itu dicari. Yang penting perut kenyang,” katanya.


Alih-alih tenang, kawan-kawannya malah tambah curiga. Mereka segera menuding Acub sebagai pelaku di balik hilangnya baju mereka. Acub pun mereka tanyai siapa yang mencuri baju mereka. Acub akhirnya mengakui dia yang mengambili baju-baju itu. jawaban itu membuat salah seorang kawannya bertanya di mana baju-baju yang hilang itu.


“Wah di mana lagi kalau bukan di dalam perut kalian sendiri,” kata Acub. “Baju itu aku jual untuk membayar makanan kita di warung.”


Jawaban Acuh itu tentu membuat para taruna yang kehilangan baju dan ikut makan tak bisa berkata apa-apa lagi.


“Ya sudah. Kalau masih marah, maafkanlah. Nanti aku ganti kapan-kapan,” pinta Acub.



Begitulah salah satu kisah kejahilan Acub semasa di akademi militer, seperti diceritakan Brigadir Jenderal Hedijanto dalam Semua Karena Kehendak-Nya.


Kendati bertubuh paling kecil, Acub punya reputasi sebagai taruna yang jahil lagi menyenangkan. Ada kalanya Acub dipermainkan oleh taruna bertubuh besar dalam rebutan kopi, namun Acub tak kalah gesit. Dengan tubuh kecilnya, dia mampu menerobos ketiak para taruna lain yang lebih besar.


Lebih dari dua dekade kemudian setelah insiden hilangnya baju para taruna itu, Acub yang bertubuh kecil itu akhirnya berhasil menjadi jenderal. Sedari Februari 1970-Juni 1973, Brigadir Jenderal Acub Zainal dipercaya menjadi panglima KODAM Cendrawasih yang membawahi seluruh Papua. Di Pulau yang minus industru tekstil itu, Acub melancarkan sebuah aksi terkait pakaian.


“Pada tahun 1971 Acub Zainal menjalankan Operasi Koteka untuk menyiapkan masyarakat Irian berhadapan dengan dunia luar,” sebut Nurinwa Ki S. Hendrowinoto dalam Acub Zainal, I Love the Army.



Acub tak ingin melihat orang Papua telanjang di mata dunia internasional. Di matanya, pakaian orang Papua asli sangat sederhana dan mereka nyaris tak mengenal baju dan celana modern.

Acub bahkan pernah difoto wartawan dalam kondisi telanjang dada ketika sibuk dalam pekerjaannya sebagai gubernur Irian Jaya di Papua. Meski bukan asli Papua, Acub termasuk gubernur yang disukai.


Pernah pula Acub hanya mengenakan kaos kutang ketika naik jip keliling kota Surabaya ketika dirinya menjadi komandan KOREM di Surabaya. Ini terjadi sebelum dia bertugas di Papua. Ketika itu, kerusuhan terjadi di Surabaya karena dua anggota KKO (Marinir) Usman dan Harun digantung oleh pemerintah Singapura. Acub sebagai pejabat setempat berusaha mengendalikan keadaan. Ketika berada di jip dengan memakai kaos kutang itu, Acub berkomunikasi ala orde baru: siapa yang membuat kerusuhan akan ditembak di tempat.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kesaksian eks tentara Jepang tentang ianfu dan penyesalannya ikut dalam Perang Pasifik. Wawancara dilakukan Koichi Kimura sebelum Mitsuhiro Tanaka meninggal dunia tahun 1991.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
transparant.png
bottom of page