top of page

KSAD Bambang Sugeng Disetop Polisi

KSAD Bambang Sugeng dikenal sederhana dan taat aturan. Akibatnya, pernah disetop polisi lalu lintas.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bambang Sugeng saat menjabat duta besar Indonesia untuk Jepang. (Repro Panglima Bambang Sugeng).

25 Sep 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 25 Apr

SENJA sudah merayap untuk memberi tempat pada sang malam. Sore di tahun 2016 itu, permakaman di tepi Sungai Progo sunyi. Tak ada penjaga apalagi protokoler njelimet untuk memasukinya. Sederhana untuk memasukinya, sesederhana permakaman itu.


Kesederhanaan, itulah yang selalu dijadikan prinsip hidup salah seorang penghuni makam itu, yakni Bambang Sugeng. KSAD ketiga dalam sejarah Indonesia itu merupakan panglima sederhana meski punya peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Dia berulangkali berpesan kepada kolega-koleganya agar kelak ketika meninggal tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.


Padahal, peran Bambang tak kecil. Saat Republik Indonesia diberitakan Belanda telah musnah usai Agresi Militer II, Bambang selaku panglima Divisi III/Jawa Tengah dan Yogyakarta bergerak cepat mengkounter pemberitaan miring itu dengan mengeluarkan Perintah Siasat No. 4/SD/Cop/I tanggal 1 Januari 1949.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
transparant.png
bottom of page