top of page

Kunjungan ke Garis Depan

Begitu ditunjuk sebagai Kepala Staf Oemoem TKR, Oerip Soemohardjo melakukan safari ke berbagai front perjuangan. Mengedepankan pendekatan personal.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Oerip Soemohardjo dalam peringatan Hari Angkatan Perang yang pertama dan upacara penyerahan panji-panji di alun-alun Yogyakarta, 5 Oktober 1946. (IPPHOS).

16 Agu 2025
5 menit membaca

Diperbarui: 22 Feb

AKHIR April 2014. Dari atas pembaringannya, Eddie Soekardi yang berusia seabad berkisah tentang mantan pemimpinnya: Letnan Jenderal Oerip Soemohardjo. Ia mengatakan, meskipun ia dari unsur PETA, secara pribadi ia merasa cocok dengan Oerip yang eks perwira KNIL tersebut.


“Saya lebih suka menganggap beliau sebagai seorang bapak dibanding seorang komandan,” ujar Eddie Soekardi, eks Komandan Resimen III TKR.


Pertemuan pertama Eddie dengan Oerip berlangsung Oktober 1945. Ketika Sukabumi dan Cianjur tengah dibekap ancaman perang melawan Inggris, tiba-tiba Oerip muncul di garis depan. Dengan menggunakan sebuah mobil usang dan disertai tiga pengawalnya, ia mendatangi Eddie yang sedikit “panik” dan menanyakan detail persiapan perang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Usai menginspirasi jutaan orang dalam sepakbola, kini sang legenda pergi untuk selamanya. Jakarta beruntung sempat menjadi salah satu kota yang dikunjungi Maradona.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Pele, Maradona, Ronaldo hingga Messi jago dalam prestasi. Dalam hal pesona dan brand, Beckham belum tertandingi.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
Menghormati bendera bukan untuk memuliakannya tapi menghargai nilai kebangsaan di dalamnya.
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
Film yang baik tak hanya memanjakan indera, namun juga menempa rasa menjadi manusia dan bangsa.
transparant.png
bottom of page