- 30 Mei 2024
- 8 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
DI DEPAN lahan bekas bioskop Rivoli di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Mansyur berdiri mengamati lalu-lalang kendaraan di jalanan. Dia lalu menjauh dari jalan dan duduk bersandar ke pagar seng. Di balik pagar seng, berdiri hotel setengah jadi.
Mansyur bertugas menjaga hotel selama pembangunan. Terik matahari, debu, dan raungan kendaraan bermotor menjadi santapan hariannya. Sebelum Rivoli tutup pada 1999, dia biasa bekerja di dalam ruangan. “Sebagai pemutar rol film di sini,” ujar Mansyur, lelaki berusia 50 tahun, sembari menunjuk ke arah hotel.
Mansyur bekerja di Rivoli sejak 1975. Tugasnya memastikan tayangan film berjalan baik; tak goyang dan macet. Ada tiga kali pemutaran film dalam sehari: pukul 15.00, 18.00, dan 21.00. Khusus Jumat dan Sabtu, ditambah satu kali, pukul 00.00. Hampir semua film berasal dari Bombai, India. “Makanya bioskop ini terkenal sebagai bioskop India,” kata Mansyur.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















