Diperbarui: 27 Jul
SABTU, 30 Maret 2024, gudang munisi daerah (gudmurah) milik Kodam Jaya di Kampung Parung, Ciangsana Bogor, meledak. Sebelumnya ada berita bahwa yang meledak adalah gudang senjata Yonarmed 7, namun hal ini dibantah Pangdam Jaya Mayor Jenderal Mohamad Hasan. Yang meledak, kata Hasan, adalah gudmurah milik Kodam, bukan Yon Armed.
Sumber ledakan, ujar Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, adalah gesekan amunisi yang telah kadaluarsa. Akibat ledakan itu tak hanya bangunan militer yang rusak, setidaknya 31 rumah di Ciangsana rusak. Tak ada korban jiwa dalam ledakan tersebut, namun ledakan tersebut membuat ratusan warga sipil dari sekitar komplek militer tersebut harus mengungsi.
Meledaknya gudang senjata di lingkungan Kodam Jaya ini jelas bukan yang pertama dalam sejarah TNI. Hampir empat dekade silam, ledakan serupa pernah terjadi di Cilandak, Jakarta Selatan, yakni di gudang senjata milik Korps Marinir TNI AL. Sumber ledakan dalam peristiwa ini dicurigai berasal dari peluru mortir 80 mm buatan Yugoslavia. Peluru ini memakai mesiu cair.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















