- 5 Sep 2018
- 2 menit membaca
Diperbarui: 7 hari yang lalu
GAJAH MADA dan Adityawarman memimpin tentara Majapahit menyerang Pulau Bali. Setelah melewati Selat Bali dan Samudra Hindia, dua armada Majapahit mendarat di Bali selatan. Dua armada lainnya mendarat di Bali utara lewat Laut Bali. Tujuan mereka adalah keraton raja Bali, Sri Asta Asura Ratna Bumi Banten, di daerah Bedahulu (Bedulu, Gianyar).
Pertempuran dahsyat pun pecah. Tentara Bali berupaya mempertahankan Bedahulu. Namun, tak mendapat dukungan penuh dari rakyatnya. Mereka justru bersimpati kepada tentara Majapahit karena perbuatan rajanya yang hina. Akhirnya, Bali jatuh ke tangan tentara Majapahit. Raja dan sanak keluarganya menyerah.
"Raja Bali yang hina dan jahat diperangi bala tentara Majapahit dan semua binasa. Takutlah semua pendurhaka dan pergi menjauh," catat Mpu Prapanca dalam Kakawin Nagarakrtagama.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















