top of page

Sejarah Indonesia

Mantra Riang Negeri

Mantra Riang Negeri Dongeng

Anak-anak bergembira dengan berlatih dan bermain operet di sanggar Sangrila. Sebagian besar pementasan untuk penggalangan dana.

Oleh :
9 Agustus 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Operet Senyumlah Anak-anak Indonesia untuk menggalang dana bagi Istana Anak-anak Indonesia Taman Mini Indonesia Indah. (Dok. Sanggar Sangrila).

  • Aryono
  • 9 Agu 2023
  • 6 menit membaca

BELASAN anak-anak usia 3–6 tahun, umumnya perempuan, memasuki ruang Amadeus di lantai lima mal Ciputra, Jakarta. Dengan balutan seragam warna biru tua dan sepatu balet, mereka berlatih operet dengan iringan musik dari sebuah radio tape.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Neraka di Ghetto Cideng

Neraka di Ghetto Cideng

Jepang menyatakan Kamp Cideng sebagai ghetto “terlindungi”. Kenyataannya, hidup para interniran seperti di neraka.
S.K. Trimurti Menyalakan Api Kartini

S.K. Trimurti Menyalakan Api Kartini

S.K. Trimurti ikut membangun Gerwani, organisasi perempuan paling progresif. Namun, Trimurti mengundurkan diri ketika Gerwani mulai oleng ke kiri dan dia memilih suami daripada organisasi.
S.K. Trimurti Murid Politik Bung Karno

S.K. Trimurti Murid Politik Bung Karno

Sebagai murid, S.K. Trimurti tak selalu sejalan dengan guru politiknya. Dia menentang Sukarno kawin lagi dan menolak tawaran menteri. Namun, Sukarno tetap memujinya dan memberinya penghargaan.
Ziarah Sejarah ke Petamburan (1)

Ziarah Sejarah ke Petamburan (1)

Dari pelatih sepakbola Timnas Indonesia Toni Pogacnik hingga pembalap Hengky Iriawan. Sejumlah pahlawan olahraga yang mewarnai sejarah Indonesia dimakamkan di TPU Petamburan.
S.K. Trimurti di Tengah Tokoh Kiri

S.K. Trimurti di Tengah Tokoh Kiri

Sikap politik S.K. Trimurti bersinggungan dengan tiga tokoh kiri terkemuka Republik: Tan Malaka, Amir Sjarifoeddin, dan Musso.
bottom of page