top of page

Masuk Islam, Raja Bone Turun Takhta

Seorang raja Bone turun takhta usai masuk Islam. Banyak orang di sekitarnya menolak Islam.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Istana raja Bone dekade awal abad ke-20. (Wereldmuseum Amsterdam).

  • 24 Mei 2024
  • 2 menit membaca

KETIKA Islam masuk ke Nusantara, orang-orang di kepulauan itu sudah punya kepercayaan lokal masing-masing. Lantaran banyak di antara mereka merasa nyaman dengan agama lokal, mulanya mereka tidak menerima Islam. Begitu pun dengan Kerajaan Bone di Sulawesi Selatan.


Bicara soal Islam di Bone, tersebutlah seorang raja di Bone bernama La Tenriruwa, yang berkuasa dari 1611 hingga 1619. Selama berkuasa, La Tenriruwa bersahabat dengan raja-raja lain secara sederajat. Salah satu koleganya adalah Sultan Alaudin yang berkuasa di Kerajaan Gowa. Dari Gowa ini Islam masuk ke Sulawesi Selatan lewat pendakwah bernama Datuk Ri Bandang.


Sultan Alaudin dari Gowa sudah memeluk Islam ketika La Tenriruwa baru berkuasa di Bone. Sultan Alaudin yang ingin menyebarkan Islam pun memperlihatkan keislamannya kepada La Tenriruwa.


Tak butuh waktu lama buat La Tenriruwa untuk tertarik dengan Islam. Di bulan ketiga pemerintahannya, dia sudah tertarik pada Islam. Dia kenali dulu Islam sebelum mengucap dua kalimat syahadat yang akhirnya dia lakukan.



La Tenriruwa kemudian berusaha mengajak rakyat Bone untuk memeluk agama Islam. Orang-orang di lingkaran raja rupanya tidak tertarik dengan Islam. Orang kaya yang punya banyak budak agak sulit menerima Islam. Selain itu, pemuka agama lama juga merasa terancam dengan perannya sehari-hari di hadapan raja. 


Atas realitas yang tidak sesuai harapannya itu, La Tenriruwa kemudian memilih mundur dari posisinya sebagai raja. Rakyat pun diam seribu bahasa atas pengunduran diri itu hingga datang orang dari kelompok yang menolak Islam untuk bicara pada raja.


“Bukan kami yang tidak menyukai Puatta (tuan kita), tapi Puatta’lah yang tidak menyukai kami,” kata wakil orang yang menolak tadi.


“Saya menerima ajakan rekan kami Sultan Gowa bukan karena takut karena kami meyakini kebenaran agama yang dibawanya, silakan kalian berpegang pada ajaran kalian yang menyesatkan itu,” kata La Tenriruwa, seperti dikisahkan Hannabi Rizal dkk. dalam Profil Raja dan Pejuang Sulawesi Selatan Volume 2



La Tenriruwa pun turun dari takhta Bone. Dia kemudian digantikan La Tenri Pole Arung Timurung. Setelah Islam ditolak oleh Kerajaan Bone, perang antara Gowa melawan Bone meletus. Bone lalu diduduki dan kemudian hingga kini dikenal sebagai daerah Islam. Setelah La Tenriruwa alias Sultan Adam terbuang, Islam menjadi agama yang dianut para bangsawan.


Sultan Adam dianggap sebagai raja Bone pertama yang masuk Islam. Menurut Haji Daeng Mangemba dalam Takutlah Para Orang Jujur, gelar Sultan Adam untuk La Tenriruwa diberikan oleh Datuk Ri Bandang dari Minang.



Sebagai pemenang, Sultan Alaudin sebenarnya ingin mendudukkan kembali La Tenriruwa sebagai raja di Bone. Namun, sultan Gowa ini masih menghormati hukum adat yang berlaku di Bone, di mana raja dipilih juga oleh Ade-Pitue alias dewan pemangkut adat.


“Raja Gowa hanya memberikan hak perlindungan atau hak asijl kepada La Tenriruwa dan mempersilakannya memilih tempat tinggal yang disukainya dengan memberi jaminan kehidupan. La Tenriruwa memilih Bantaeng sebagai tempat tinggal,” catat Zainal Abidin Farid dalam Capita Selecta: Sejarah Sulawesi Selatan.


Selama di Bantaeng, La Tenriruwa terus mendalami Islam hingga meninggal di sana. Dia kemudian dikenal sebagai Sultan Adam Matinroe ri Bantaeng alias Sultan Adam yang tidur di Bantaeng.*


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah menjadi menteri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Mengurus diplomasi, buruh, sampai bedak dan gincu.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Ini bukan zaman Siti Nurbaya. Tapi jika kesulitan mencari pasangan, tak ada salahnya melirik biro jodoh.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Perjuangan petani Kendeng menambah deretan perjuangan perempuan di Pantai Utara Jawa.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Negeri-negeri yang bergulat dari masa transisi menuju demokrasi, kejahatan kemanusian di masa lalu acap menjadi beban di masa kini.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
Witan Sulaeman mengadu nasib di Serbia, negeri Eropa Timur yang sarat sejarah sepakbola edan.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
transparant.png
bottom of page