top of page

Mata-mata Mengawasi Bung Hatta

Kegiatan Bung Hatta di Padang diawasi mata-mata pemerintah kolonial Belanda. Bingung menulis laporannya, cecunguk itu minta dibuatkan oleh Bung Hatta.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mohammad Hatta, proklamator dan wakil presiden pertama Republik Indonesia, lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 12 Agustus 1902. (ANRI).

13 Feb 2022
4 menit membaca

Diperbarui: 2 Apr

MOHAMMAD HATTA pulang kampung ke Sumatra Barat pada Oktober 1923. Selain menemui keluarga, dia juga berencana menulis dasar gerakan Partai Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Pendidikan atau PNI-Baru) yang berjudul Ke Arah Indonesia Merdeka. Setelah menyelesaikan brosur itu, dia mengunjungi beberapa cabang PNI di Sumatra Barat, yaitu cabang Bukittinggi, Padang Panjang, dan Padang. Di setiap cabang, dia memberikan pandangan tentang organisasi PNI.


Di Padang, Bung Hatta menginap di rumah tokoh yang berpengaruh dalam hidupnya, yaitu Engku Taher Marah Sutan, seorang agen pelayaran di pelabuhan Padang. Dia berkenalan dan berhubungan dengan Marah Sutan ketika dia duduk di kelas dua MULO. Saat itu, Marah Sutan menjadi sekretaris Sarikat Usaha, organisasi yang didirikan oleh para saudagar pribumi pada 1914 untuk melindungi saudagar-saudagar pribumi dari dominasi pedagang Belanda dan Tionghoa. Berkat dia, Sarikat Usaha menjadi pusat pertemuan kaum cerdik pandai di Padang. Dia memimpin Sarikat Usaha hingga tahun 1940.


“Ketika itu dia berkenalan dan selanjutnya erat berhubungan dengan Engku Marah Sutan, sekretaris Sarikat Usaha, yang rajin kerjanya dan banyak membaca. Bahkan dapat dikatakan, Marah Sutan menjadi ‘guru’ pemuda Hatta di luar bangku sekolah,” tulis Sri-Edi Swasono dalam Bung Hatta Bapak Kedaulatan Rakyat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Untuk kali kedua, Indonesia Week promosikan beragam budaya Indonesia. Bertepatan dengan enam dekade hubungan Indonesia-Jepang.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
Dari Korea Utara hingga Maroko. Mereka tim-tim yang disepelekan yang justru jadi batu sandungan bagi para favorit juara.
transparant.png
bottom of page