top of page

Mata-mata Mengawasi Bung Hatta

Kegiatan Bung Hatta di Padang diawasi mata-mata pemerintah kolonial Belanda. Bingung menulis laporannya, cecunguk itu minta dibuatkan oleh Bung Hatta.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 13 Feb 2022
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 2 Apr

MOHAMMAD HATTA pulang kampung ke Sumatra Barat pada Oktober 1923. Selain menemui keluarga, dia juga berencana menulis dasar gerakan Partai Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Pendidikan atau PNI-Baru) yang berjudul Ke Arah Indonesia Merdeka. Setelah menyelesaikan brosur itu, dia mengunjungi beberapa cabang PNI di Sumatra Barat, yaitu cabang Bukittinggi, Padang Panjang, dan Padang. Di setiap cabang, dia memberikan pandangan tentang organisasi PNI.


Di Padang, Bung Hatta menginap di rumah tokoh yang berpengaruh dalam hidupnya, yaitu Engku Taher Marah Sutan, seorang agen pelayaran di pelabuhan Padang. Dia berkenalan dan berhubungan dengan Marah Sutan ketika dia duduk di kelas dua MULO. Saat itu, Marah Sutan menjadi sekretaris Sarikat Usaha, organisasi yang didirikan oleh para saudagar pribumi pada 1914 untuk melindungi saudagar-saudagar pribumi dari dominasi pedagang Belanda dan Tionghoa. Berkat dia, Sarikat Usaha menjadi pusat pertemuan kaum cerdik pandai di Padang. Dia memimpin Sarikat Usaha hingga tahun 1940.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Sejak masa kolonial, tembakau dan produk turunannya dikenai cukai. Dianggap menguntungkan dan bertahan kala krisis global.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
transparant.png
bottom of page