- 11 Mar 2021
- 3 menit membaca
ALKISAH saat revolusi berkecamuk di tanah utara Sumatra. Kelompok bersenjata bermunculan bak jamur di musim hujan. Mereka yang dasarnya tak memiliki disiplin, kemudian lambat laun berubah menjadi gerombolan-gerombolan liar yang dipimpin para raja perang (warlord). Uniknya selain melawan tentara Belanda, mereka pun melakukan praktek perampokan dan pemerasan terhadap rakyat.
“Biasanya semua dilakukan oleh kelompok-kelompok itu dengan menggunakan alasan demi kepentingan revolusi,” ungkap jurnalis sejarah Mohamad TWH.
Salah satu nama kelompok itu adalah Barisan Harimau Liar (BHL). Menurut sejarawan Aiko Kurasawa dalam Sisi Gelap Perang Asia, sejatinya BHL didirikan oleh Kapten Tetsuro Ino’ue, seorang perwira intelijen tantara Jepang. Dalam arsip Ministerie van Defensie Belanda No. Inventaris 2037 disebutkan bahwa Inoe’ue merupakan anggota perkumpulan rahasia Naga Hitam.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












