top of page

Mengenang Aristides Kattopo, Si Lawan Tanding Rezim Orde Baru

Aristides Kattopo pernah diasingkan pemerintah Soeharto karena pemberitaannya. Namun itu tidak menjadikannya berubah menjadi seorang pesimis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Diskusi mengenang Aristides Katoppo bertajuk “Nurani Jurnalis di Tengah Ketidakpastian” di auditorium Perpustakaan Nasional, 8 November 2019. Foto: Martin Sitompul/Historia.

  • 12 Nov 2019
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 9 Des 2025

PANGLIMA Kopkamtib Jenderal Soemitro dan Menteri Penerangan Boediardjo resah akibat ulah seorang jurnalis bernama Aristides Katoppo. Redaktur pelaksana harian Sinar Harapan (SH) itu kerap membuat panas telinga penguasa lewat berita investigatifnya. Di masa Orde Baru, SH gencar menguak korupsi anggaran hingga gratifikasi terhadap pejabat negara. Soemitro kemudian mencabut surat izin cetak SH. Sementara Artistides, terpaksa dikirim ke Amerika Serikat. Itu terjadi pada awal 1973.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page