top of page

Mengenang Kereta Api Zaman Kolonial

Pameran kereta api zaman kolonial bukan sekadar mengenangnya. Tapi ada usaha untuk menghidupkan kembali jalur-jalurnya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lokomotif NISM (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) di Jawa, 1880. (KITLV).

1 Sep 2013
2 menit membaca

Diperbarui: 28 Apr

PERNAK-pernik kereta api era Hindia Belanda, mulai dari arsip, miniatur kereta dan stasiun, foto-foto, hingga diorama, dipajang di galeri Erasmus Huis, kompleks Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pameran bertajuk  “The History Of Indonesian Railways” berlangsung dari 24 September sampai 20 Oktober 2013.


Menurut Ton van Zeeland, direktur Teater dan Galeri Erasmus Huis, sejarah perkeretaapian di Indonesia selalu menarik dan penuh warna. “Dengan pembangunan jalur kereta api pertama di Hindia Belanda pada 1864 membuat banyak orang hilir mudik melewati daerah-daerah yang semula terisolir,” ujar Ton dalam pembukaan pameran itu.


Jalur kereta api pertama sepanjang 26 kilometer menghubungkan Semarang-Kemijen-Tanggung Jawa Tengah. “Konstruksi jalur kereta api pertama awalnya untuk tujuan komersial. Yaitu melayani pengangkutan hasil perkebunan dari pedalaman Jawa Tengah menuju pelabuhan Semarang,” ujar Ella Ubaidi, executive vice president Pusat Pelestarian Benda dan Bangunan PT Kereta Api Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page