Diperbarui: 7 hari yang lalu
KAMAJAYA dan Anjar Asmara, dua seniman Indonesia pra-kemerdekaan mengunjungi Bung Karno di Jakarta pada suatu hari di tahun 1942. Keduanya meminta bantuan Bung Karno untuk mendirikan sebuah organisasi yang menghimpun para seniman. Pasalnya, saat itu pemerintah Jepang melarang segala bentuk perkumpulan, baik politik, ekonomi maupun sosial budaya.
Bung Karno ternyata setuju dengan upaya pembentukan Pusat Kesenian Indonesia. Ia bahkan bersedia memprakarsai pembentukannya. Badan Pusat Kesenian Indonesia (BPKI) pun segera berdiri.
“Prakarsa tersebut dicetuskan dalam pertemuan kaum seniman-seniwati, budayawan dan cendekiawan pada tanggal 6 Oktober 1942 di rumah Bung Karno, Oranye Boulevard No. 11 (sekarang Jalan Diponegoro), Jakarta. Acara tunggal ialah pembentukan ‘Pusat Kesenian Indonesia’,” tulis Kamajaya dalam Sejarah “Bagimu Neg’ri”.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















