- 9 Nov 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 6 Jan
PANGERAN Diponegoro menjadi protagonis utama dalam Perang Jawa (1825-1830). Perang yang merepotkan dan menguras kas Belanda itu memiliki kompleksitas tersendiri karena menurut sejarawan Peter Carey dalam Kuasa Ramalan: Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa, 1785-1855, Pangeran Diponegoro menganggap dirinya tidak hanya seorang raja untuk masa tertentu tapi juga pemimpin rohani bagi raja-raja Jawa yang mempunyai banyak persamaan dengan peran para wali sejak abad ke-15.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












