DUKUNGAN dari berbagai negara bermunculan tak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Simpati terhadap perjuangan rakyat semakin besar ketika Belanda berupaya untuk kembali menguasai Indonesia. Di Amerika Serikat, orang Indonesia bersama orang Amerika yang progresif, mengadakan aksi solidaritas mendukung Republik Indonesia dan menuntut Belanda mengakhiri agresi serta mengakui kedaulatan Indonesia.
Aksi solidaritas itu menarik perhatian Paul Robeson, penyanyi dan aktor yang dikenal sebagai aktivis kulit hitam berpengaruh di Negeri Paman Sam. Dukungan Robeson kepada Indonesia berkaitan dengan perjuangannya dalam mewujudkan kesetaraan bagi warga kulit hitam di Amerika yang telah lama menjadi sasaran diskriminasi.
Masa muda pria kelahiran Princeton, New Jersey, Amerika Serikat, 9 April 1898 itu diwarnai rasisme. Ketika menjadi pemain football All-American sebagai pemain kulit hitam pertama di tim Rutgers University, tim lawan menolak bertanding melawan atlet kulit hitam. Penolakan itu mengakibatkan Robeson ditarik dari lapangan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












