top of page

Palembang Kota Air

Sejak dulu, Palembang kota ramai yang berbasis air. Belanda menguasainya lalu berambisi mengubah kota air itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Geliat kehidupan malam di Sungai Musi dekat Jembatan Ampera, Palembang. (Gunawan Kartapranata/Wikimedia Commons).

  • 6 Jun 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 10 Apr

SUNGAI Musi dengan Jembatan Amperanya kini merupakan ikon kota Palembang bersama pempek. Sungai sepanjang 750-an kilometer itu telah lama menjadi urat nadi kehidupan kota teramai di bagian selatan Sumatra itu. Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga hari ini.


“Lokasi ibukota Sriwijaya dekat dengan Kota Palembang sekarang, tepatnya di pinggir Sungai Musi. Sriwijaya mengalami perkembangan secara terputus-putus antara abad ke-7–ke-13, walaupun tidak selalu berpusat di Palembang,” tulis Anthony Reid dalam Sumatera Tempo Doeloe: Dari Marco Polo sampai Tan Malaka.


Peran penting itu terus berlanjut hingga ketika Sriwijaya telah runtuh. Di zaman Kesultanan Palembang, kota ini sudah terkenal ramainya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
transparant.png
bottom of page