- 11 Okt 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
SEBUAH bungalow berdiri anggun. Ia dikelilingi taman bunga. Letaknya persis di pinggir jalan raya, di sudut tikungan jalan menuju Ciloto sebelum jembatan memasuki kota Cipanas. Di tempat inilah PKI menggelar Konferensi Nasional (Konfernas) tahun 1952, kali pertama sejak Aidit mengambil-alih kepemimpinan partai.
Pukul tujuh malam, Konfernas untuk SC se-Jawa Tengah resmi dibuka. Pidato pembukaan dan pengarahan disampaikan D.N. Aidit, sekjen CC PKI. Dia mengemukakan perlunya konsolidasi dan langkah-langkah operasional di bidang organisasi, ideologi, dan perluasan gerakan massa. Keesokan harinya, dilakukan pembahasan laporan semua SC mengenai daerah masing-masing dan usul pemecahannya.
Salah satu yang dibahas adalah gerilyawan Merapi Merbabu Complex (MMC), sisa-sisa dari kekuatan bersenjata kiri. CC menginginkan agar para gerilyawan MMC bergabung dengan kesatuan-kesatuan TNI. Alasannya, dalam keadaan partai legal, tak mungkin membiarkan gerilyawan semacam MMC tetap eksis.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















