top of page

Pelawak Zaman Kuno

Pelawak telah ada sejak masa Jawa Kuno. Menghibur di desa hingga istana.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 3 Nov 2018
  • 2 menit membaca

PEMAIN widu bernyanyi bersama. Tangkil hyang mendongeng. Pirus dan menmen menceritakan lelucon cabul. Pemain wayang wong disambut tawa dan sorak sorai. Penampilan mereka di panggung luar biasa. Warga desa yang menonton bersuka ria, tertawa terpingkal-pingkal, dan berteriak.


Pertunjukan di sebuah pesta pernikahan itu dilukiskan Mpu Monaguna, pujangga dari Kadiri pada abad ke-13 M dalam Kakawin Sumanasāntaka. Teks itu menggambarkan keberadaan pelawan sejak masa lalu. Dan lawakan cabul rupanya menjadi daya tarik penonton.


Menurut arkeolog Supratikno Rahardjo dalam Peradaban Jawa keberadaan pelawak juga disebut dalam beberapa prasasti. Mereka dikenal dengan men-men sebagai pemain pertunjukkan keliling dan ijo-ijo sebagai pemain lawak.


Istilah widu dalam Sumanasāntaka merujuk pada aktor, seperti penari, penyanyi, pelantun, dan pemimpin pertunjukan. Namun, menurut Petrus Josephus Zoetmulder, ahli sastra Jawa Kuno, tak jelas apakah yang dimaksud pertunjukan tertentu. Tampaknya, pertunjukan dicirikan oleh mangidung, mawayang, atau berkaitan dengan macarita.


Arkeolog Puslit Arkenas, Titi Surti Nastiti dalam Perempuan Jawa menulis bahwa masyarakat Jawa Kuno menyebut pelawak dengan abanol atau mabano dan pirus atau mamirus. Bedanya, abanol mengekspresikan lawakannya dengan gerakan. Sementara mamirus atau pirus melalui pemakaian kata-kata lucu.


Dalam Prasasti Wukajana dari masa Balitung disebutkan adanya pertunjukan mamidu oleh sang Tangkil Hyang. Si Nalu menceritakan kisah Bhimma Kumara sambil menari memerankan tokoh Kicaka, si Jaluk menceritakan Ramayana, si Mungmuk melawak dengan gerakan tubuh yang lucu, dan si Galigi mendalang untuk hyang dengan cerita Bhimma Kumara.


Lalu dalam relief Karmawibhangga di Candi Borobudur tergambar pemusik jalanan yang meniup sepasang terompet. Di hadapannya, menurut Titi, berdiri seorang laki-laki dalam gerakan lucu. Para penonton pun tertawa melihatnya.


Supratikno menduga pelawak tak hanya tinggal dan melakukan aktivitas di desa, pasar, dan daerah sima. Mereka juga sering melawak di istana.


Dalam Kakawin Nagarakrtagama disebutkan pelawak hadir menghibur para tamu dalam pesta tahunan kerajaan setiap bulan Palguna di akhir tahun Saka. Seluruh warga Majapahit mengadakan pesta untuk menghormati Sang Prabu. Acara puncak perayaan dipusatkan di ibukota kerajaan.


, seorang ronggeng menandak sambil melawak berpasangan dengan pejabat sepuh daerah. Kerena berbakat membadut, dia dengan kocaknya memperagakan isi kidung yang ditembangkannya. Dia berjalan berkeliling menjemput pejabat untuk menari dengannya.


Pola tingkahnya menerbitkan gelak tawa. Dia sampai dipanggil Sri Paduka untuk minum bersama. Dia dianugerahi kain indah oleh beberapa pejabat.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Banyumas is one of Central Java’s rice-producing regions. However, floods and malaria caused famine in the area. This issue caught the attention of a member of the House of Representatives.
bg-gray.jpg
Percobaan bom nuklir-hidrogen oleh Amerika Serikat di Kepualaun Eniwetok di Pasifik merisaukan seorang anggota DPR. Mendorong pemerintah galang sikap penolakan di pentas internasional.
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Pernah mendirikan band The Steps yang sohor di akhir 1960-an, Tinton Soeprapto justru meninggalkan dunia musik dan kembali ke dunia otomotif.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Peristiwa ini berawal dari ketegangan yang dipicu oleh kecemburuan sosial dan tekanan ekonomi. Aksi kekerasan, penjarahan, dan pembakaran meninggalkan luka sosial yang mendalam.
Horison lahir dari stabilitas politik rezim Orde Baru. Majalah sastra berpengaruh ini bertahan selama enam dekade.
Horison lahir dari stabilitas politik rezim Orde Baru. Majalah sastra berpengaruh ini bertahan selama enam dekade.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Dari tuntutan jam kerja hingga perlindungan pekerja. Perjuangan buruh mengalami perubahan, namun tujuannya tetap satu: keadilan.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Berawal dari ahli psikologi ingin mengamati kehidupan narapidana di penjara. Eksperimen ini menjadi eksperimen paling terkenal dan kontroversial.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, milisi Serbia memandu orang-orang kaya untuk “Sarajevo Safari”. Ibu hamil jadi yang termahal untuk diburu via senapan.
transparant.png
bottom of page