- 5 Apr 2019
- 2 menit membaca
Diperbarui: 3 Mei
SEORANG pembesar yang gagah berani, Kandra Kayet di medan pertempuran. Ia bergumul dengan Tandrun Luah dan berhasil membunuh Tandrum Luah. Tandrun Luah mati terbunuh di medan pertempuran. Tetapi bagaimana nasib Kayet yang berhasil membunuh itu? Juga Kayet berhasil ditumpas. Ingatlah akan kemenangan itu! ia enggan untuk tunduk kepadaku. Ingatlah akan kemenangan itu!
Kamu sekalian dewata yang berkuasa dan sedang berkumpul menjaga Kadatuan Sriwijaya, juga kau Tandrum Luah, dan semua dewata yang mengawali setiap mantra kutukan!
Begitulah sejarawan Slamet Mulajna menerjemahkan bagian manggala atau pembuka dari Prasasti Kota Kapur, peninggalan Kedatuan Sriwijaya dari 686 M. Prasasti ini ditemukan di Bangka, di dusun kecil bernama Kota Kapur. Isinya adalah kutukan kepada siapun yang berani memberontak terhadap pemerintahan Sriwijaya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















