top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Pencabutan Artikel dan Permohonan Maaf

Pencabutan artikel berjudul “Kisah Pengorbanan Seorang Babu” karya Dea Amalia Fauzia.

Oleh :
14 Okt 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Babu dalam Pameran Perempuan 1813-1913. (Repro buku Di Negeri Penjajah karya Harry A. Poeze).

Diperbarui: 13 Jan

Setelah melakukan mekanisme yang diperlukan, redaksi memutuskan mencabut artikel berjudul “Kisah Pengorbanan Seorang Babu” karya Dea Amalia Fauzia yang dimuat di laman historia.id pada 19 Juli 2023. Pencabutan ini didasari atas laporan dari Claire Ridha Budiana melalui email redaksi dan sosial media terkait dugaan plagiarisme pada artikel tersebut.


Dalam suratnya, Claire Ridha Budiana menyatakan mulanya senang bahwa skripsinya menjadi acuan dalam artikel tersebut,” itu berarti dialektika dalam isu tersebut tetap bergulir dan hidup.” Skripsi itu berjudul “Kedudukan Pekerja Rumah Tangga Perempuan (Babu) dalam Kehidupan Orang Eropa di Hindia Belanda 1860-1942”, di Universitas Padjajaran, disahkan tahun 2022.


Namun setelah Claire Ridha Budiana membaca isi artikel tersebut, ternyata tulisan tersebut menyalin sub-bab skripsinya dan hanya mengalami penyuntingan yang minim. “Bukan sekadar dua kalimat yang ia kutip sebagai tulisan saya. Melainkan seluruh isinya adalah kutipan dari skripsi saya,” tulisnya. 


Selain pencabutan artikel tersebut, redaksi juga meminta maaf kepada Claire Ridha Budiana dan publik atas kekeliruan ini.


Pada saat hampir bersamaan, Dea Amalia Fauzia mengirimkan beberapa surat melalui email redaksi yang menyatakan penyesalan atas kesalahanan yang dilakukannya sekaligus mengajukan permohonan maaf dan pencabutan naskah tersebut. Dea juga melampirkan beberapa screenshot halaman skripsi Claire Ridha Budiana. Dea memahami bahwa perbuatannya tidak sesuai dengan standar etika penulisan dan menyesal telah melanggar hak penulis asli.


“Saya menyadari sepenuhnya kesalahan yang telah saya lakukan, dan saya ingin mengajukan permintaan maaf secara terbuka kepada pihak Historia dan Ridha Hamidah Budiana sebagai penulis yang dirugikan,” tulis Dea Amalia Fauzia.


Dea juga menyusun surat pernyataan terbuka dan membagikannya melalui media sosial agar permintaan maaf saya dapat diketahui secara luas dan transparan. Berikut adalah tautan ke surat pernyataan tersebut:




Plagiarisme jelas perilaku yang tidak dibenarkan. Sebagai pembelajaran bagi Dea Amalia Fauzia, redaksi memutuskan untuk memasukkan nama yang bersangkutan dalam daftar hitam (blacklist) kontributor historia.ID.


Redaksi menghaturkan apresiasi dan terima kasih kepada Claire Ridha Budiana atas masukan maupun koreksi yang diberikan. Ini menjadi pembelajaran bagi redaksi agar lebih selektif, ketat, dan berhati-hati dalam pemuatan artikel. Prosedur jurnalisme, terutama disiplin verifikasi, akan tetap menjadi acuan dalam bekerja.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Akhir Perlawanan Tuan Rondahaim Terhadap Belanda

Tuan Rondahaim melawan Belanda di Simalungun hingga akhir hayatnya. Dia tidak pernah menyerah. Penyakit rajalah yang menghentikan perlawanannya.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
bottom of page