top of page

Penemuan Kota Emas yang Hilang

Kota kuno dari zaman keemasan Mesir Kuno ditemukan. Disebut sebagai penemuan Mesir terhebat kedua setelah makam Tutankhamun yang fenomenal.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 11 Apr 2021
  • 3 menit membaca

TAHUN lalu, tim peneliti yang dipimpin oleh arkeolog Zahi Hawass memulai penggalian di daerah antara kuil Ramses III dan Amenhotep III dekat Luxor, sekira 500 km di selatan ibu kota Mesir, Kairo. Pencarian ini dilakukan dengan harapan menemukan kuil bagi Firaun Tutankhamun. 


“Tim memilih untuk mencari di wilayah ini karena kuil Horemheb dan Ay ditemukan di daerah ini,” kata Zahi Hawass yang juga mantan menteri negara urusan barang antik Mesir, sebagaimana dikutip Live Science, 10 April 2021.


Namun, para peneliti justru dikejutkan oleh temuan hebat ketika formasi bata lumpur mulai bermunculan dari bawah tanah yang mereka gali. Mereka menyadari baru saja menemukan sisa-sisa kota besar yang kondisinya masih sangat baik. Tampak jalan-jalan kota diapit oleh rumah-rumah. Beberapa tempat dindingnya setinggi 3 m. Rumah-rumah itu memiliki ruangan yang dipenuhi pernak-pernik dan perkakas kehidupan sehari-hari orang Mesir Kuno.


Kota ini berasal dari masa keemasan Mesir Kuno di bawah Raja Amenhotep III, raja ke-9 dari dinasti ke-18. “Lapisan budayanya tidak tersentuh selama ribuan tahun, ditinggalkan oleh penduduk kuno seolah-olah baru terjadi kemarin,” kata Hawass sebagaimana dilansir Phys, 9 April 2021.


Penemuan Mesir Terhebat Kedua

Para arkeolog menyebut kota kuno itu sebagai Kota Emas yang Hilang. Kota ini terkubur di bawah ibu kota Mesir Kuno, Luxor, selama 3.000 tahun terakhir.


Secara historis kota ini dikenal sebagai The Rise of Aten. Pendirinya adalah Firaun Amenhotep III yang memerintah pada 1391–1353 SM. Ia merupakan kakek dari Firaun Tutankhamun atau Raja Tut. 


Kota Emas masih terus dipakai selama pemerintahan bersama Amenhotep III dan putranya, Amenhotep IV atau Akhenaten. Kota itu bahkan terus digunakan selama pemerintahan Tut dan firaun berikutnya, yang dikenal sebagai Ay.


Menurut dokumen sejarah kota itu adalah lokasi bagi tiga istana kerajaan masa Raja Amenhotep III. Kota ini juga merupakan permukiman administratif dan industri terbesar di Luxor pada saat itu.


Tapi peninggalannya tidak dapat ditemukan oleh para arkeolog hingga sekarang. “Banyak peneliti asing mencari kota ini, tapi tidak pernah menemukannya,” kata Hawass.


Maka tak heran kalau kemudian Betsy M. Bryan, profesor Egiptologi di Universitas John Hopkins, berpendapat bahwa kota kuno yang hilang ini merupakan penemuan arkeologi terpenting kedua sejak penemuan makam Tutankhamun pada 1922.


“Penemuan kali ini tak hanya akan memberi gambaran langka tentang kehidupan orang Mesir kuno di era keemasannya,” kata Betsy. “Tetapi juga membantu kita menjelaskan salah satu misteri terbesar dalam sejarah: Mengapa Akhenaten dan [Ratu] Nefertiti memutuskan untuk pindah ke Amarna?”


Seperti diketahui, beberapa tahun setelah Akhenaten memulai pemerintahannya pada awal 1350 SM, Kota Emas ditinggalkan. Ibu kota Mesir dipindahkan ke Amarna.


Wilayah Aten yang Mempesona

Para peneliti menentukan penanggalan Kota Emas yang Hilang dengan mencari benda-benda kuno, seperti tablet berukir dengan segel Amenhotep III. Mereka menemukan benda itu di mana-mana. 


Mereka juga memukan bejana anggur, cincin, kumbang scarab, tembikar berwarna, dan bata lumpur. Temuan ini menegaskan kota itu aktif pada masa pemerintahan Amenhotep III.


Selama tujuh bulan penggalian, para arkeolog telah menemukan beberapa kawasan hunian. Misalnya, mereka menemukan sisa-sisa toko roti di bagian selatan kota. Di dalamnya terdapat area persiapan makanan dan memasak yang berisi oven dan wadah penyimpanan keramik.

“Dapurnya besar, jadi kemungkinan besar melayani pelanggan besar,” catat Live Science.

Di wilayah lain yang sebagiannya belum banyak digali, para arkeolog menemukan sebuah distrik administratif dan permukiman dengan unit-unit yang lebih besar dan tertata rapi. Pagar zigzag, desain arsitektur yang digunakan menjelang akhir dinasti ke-18, menutup area itu.


Untuk masuk ke area permukiman, hanya ada satu pintu masuk. Fungsinya sebagai langkah pengamanan, yakni dengan memberi orang Mesir kuno kendali penuh atas siapa yang masuk dan meninggalkan daerah itu.


Di tempat lain, para arkeolog menemukan area produksi bata lumpur, bahan baku yang digunakan untuk membangun kuil dan bangunan tambahan. Bata lumpur ini memiliki segel Amenhotep III.


Para peneliti juga menemukan lusinan cetakan yang digunakan untuk membuat jimat dan barang-barang dekoratif. “Bukti bahwa kota tersebut memiliki jalur produksi yang ramai yang membuat dekorasi untuk kuil dan makam,” tulis Live Science.


Sementara di seluruh kota, para arkeolog menemukan perkakas yang berhubungan dengan pekerjaan industri. Misalnya, alat pemintal dan tenun. 


Beberapa lokasi penguburan juga ditemukan. Dua kuburan yang ditemukan menyimpan sisa jasad sapi atau banteng dan kuburan seseorang yang lengannya direntangkan ke samping dengan tali yang melilit di lutut. Para peneliti masih menganalisis penguburan ini.


Baru-baru ini, tim menemukan sebuah wadah berisi sekira 10 kg daging kering atau rebus. Pada wadah ini tertulis angka tahun 37.


Selain itu, tim menemukan segel lumpur bertuliskan gm pa Aton. Artinya kira-kira “wilayah Aten yang mempesona”, yakni nama sebuah kuil di Karnak yang dibangun oleh Akhenaten.


“Informasi berharga ini menegaskan bahwa kota itu aktif pada waktu pemerintahan Raja Amenhotep III dan putranya Akhenaten,” kata para arkeolog dalam pernyataan resmi di Antiquities.gov.eg yang diterjemahkan Live Science.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
transparant.png
bottom of page