- 17 Apr 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 17 Apr
PULAU St. Mary’s dikelilingi garis pantai yang memukau dengan hamparan luas pantai berpasir putih dan teluk-teluk kecil berbatu yang dramatis. Ke pulau indah itulah duta besar (dubes) Belanda untuk Inggris, Jonkheer Rein Huydecoper, mampir pada 17 April 38 tahun silam. Bukan untuk pelesiran, melainkan menyelesaikan urusan serius: mengakhiri perang.
Pulau St. Mary’s jadi pulau terbesar di Kepulauan Scilly di perbatasan paling selatan wilayah Inggris Raya, 28 mil (45 km) barat daya Semenanjung Lizard. Pulau ini sudah resmi jadi bagian Kerajaan Inggris Raya sejak pertengahan abad ke-16 tapi mendapat otonomi khusus untuk mengatur pemerintahan daerahnya sendiri yang terpisah dari county Cornwall sejak 1888.
Jonkheer Huydecoper datang ke Pulau St. Mary’s dari London pada 17 April 1986 atas undangan Roy Duncan, sejarawan cum ketua Dewan Kepulauan Scilly. Duncan mengundangnya untuk duduk bersama dan menyelesaikan salah satu perang terlama dalam sejarah antara Kepulauan Scilly dan Belanda. Undangannya tentu disambut baik sang dubes.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















