- 24 Feb 2023
- 7 menit membaca
Diperbarui: 22 Apr
SEORANG perempuan muda nan cantik, berseragam tentara, memakai topi pet dengan rambut berkepang dua, berdiri tegak di Jalan Viaduct, Bandung. Ia memegang senjata. Gestur tubuhnya terlihat seperti terperangah dan geram. Ekspresi wajahnya keras, tengadah menatap tajam jauh ke arah tenggara. Lekuk tubuhnya menonjol, memberikan citra feminin.
“Ketika saya membuat patung Tentara Pelajar, para veteran Laswi meminta saya membuat patung yang menyimbolkan perjuangan mereka,” kata seniman serbabisa Sunaryo, yang mengerjakan patung itu. “Saya membayangkan bagaimana membuat sosok wanita yang berani berjuang tapi tetap mempertahankan sisi kewanitaannya.”
Rekan kerjanya, Amrizal Salayan St. Parpatih bilang desain awal patung dibuat agak kurus dan berdiri tegak, lebih realistis tapi menonjolkan sisi psikologis. Para veteran Laswi protes, karena kurang estetis.
Untuk merealisasikannya, para veteran Laswi menggalang dana, sementara pemerintah kota Bandung menyediakan lahan dan membebaskannya dari pajak. Monumen Laskar Wanita Indonesia (Laswi) ini terbuat dari perunggu setinggi sekitar tiga meter, berdiri tegak di atas pondasi setinggi dua meter.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.















