- 4 Sep 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 7 Apr
PEMIMPIN Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia. Dalam lawatan selama tiga hari (3—6 September 2024), Paus diagendakan menjalani sejumlah kegiatan dan pertemuan. Selain bertemu Presiden Joko Widodo, Paus Fransiskus turut diagendakan dalam pertemuan antaragama di Masjid Istiqlal hingga perayaan Ekaristi di Stadion Gelora Bung Karno.
Paus Fransiskus menjadi pemimpin Gereja Katolik ketiga yang datang ke Indonesia, setelah Paus Paulus VI (1970) dan Paus Yohanes Paulus II (1989). Hubungan antara Indonesia dan Vatikan sudah merentang panjang. Presiden Sukarno menjadi presiden Indonesia pertama yang berkunjung ke Vatikan. Tidak hanya sekali, Bung Karno berkunjung ke Vatikan sebanyak tiga kali. Ini menjadikannya sebagai pemimpin dari negara mayoritas Muslim penerima medali kehormatan terbanyak dari pemimpin Takhta Suci Vatikan.
“Aku seorang Islam yang hingga sekarang telah memperoleh tiga buah medali yang tertinggi dari Vatikan. Bahkan Presiden dari Irlandia pun mengeluh padaku bahwa ia hanya memperoleh satu,” kenang Sukarno dalam otobiografi Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis Cindy Adams (1966).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















