- 6 Mei 2022
- 4 menit membaca
Diperbarui: 7 Mar
SEHARI sebelum Lebaran, Sukarno meminta dokter pribadinya, Soeharto, menyediakan kamar di rumahnya di Kramat Raya 128 Jakarta untuk menerima tamu. Sukarno tidak menyebutkan nama tamu itu.
Menjelang isya pada malam Lebaran pertama tanggal 9 September 1945, Sukarno dan tamu itu datang hampir bersamaan. Sukarno diantarkan oleh ajudannya, Mantoyo, sedangkan tamu itu diantarkan oleh Sayuti Melik. Soeharto kemudian menuntun Sukarno dan tamu misterius itu ke kamar yang telah disediakan.
“Dalam kegelapan malam itu sang tamu rahasia memperkenalkan dirinya kepada saya sebagai Abdulrajak dari Kalimantan. Saya tuntun dia melalui garasi menuju ke kamar belakang,” kata Soeharto dalam memoarnya, Saksi Sejarah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












