top of page

Pesan Ratu Victoria Terkait Perang Aceh

Surat resmi dari penguasa Britania Raya ini datang di tengah kecamuk Perang Aceh. Berniat melerai meski pesan itu tak pernah sampai.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 21 Apr 2020
  • 3 menit membaca

PERANG besar Aceh-Belanda memasuki babak baru. Setelah menuai malu pada perang pertama (awal 1873), Belanda datang dengan kekuatan lebih besar di tahun berikutnya. Sebanyak 60 buah kapal –terdiri dari kapal perang, kapal pengawal, dan kapal logistik– bersenjata lengkap diberangkatkan dari Batavia. Jenderal Van Swieten ditunjuk memimpin agresi kedua ini.


Besarnya kekuatan Belanda nyatanya tidak menyurutkan perlawanan rakyat Aceh. Semangat juang mereka justru semakin merepotkan. Pertahanan rapat yang disiapkan di berbagai tempat juga menambah beban mereka untuk masuk ke Serambi Mekkah. Saling bertahan dan menyerang menghiasi rangkaian perang yang baru mereda pada 1910 itu.


Di tengah persiapan perang yang semakin masif, sepucuk surat datang dari penguasa Britania Raya, Ratu Victoria (1819-1901). Dikisahkan Mohammad Said dalam Aceh Sepanjang Abad, surat itu dibuat secara pribadi oleh ratu untuk Sultan Aceh. Seorang perwira dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris yakni Kolonel Woolcombe diutus untuk menyampaikan pesan sang ratu tersebut.


“Dalam pada itu semakin menarik perhatian persoalan di sekitar kedatangan sesuatu perutusan kepada pihak Aceh di saat-saat Belanda hendak memulai penyerangannya itu,” tulis Said.


Berdasar penelitian Said, surat tersebut berisi anjuran dari Ratu Victoria agar Sultan Aceh menghentikan segala perlawanan yang menyebabkan perang besar di sekitar Malaka. Ia diminta tidak melawan dengan kekerasan dan memenuhi segala kemauan Belanda di negerinya. Dengan kata lain Aceh disarankan untuk menyerah.


Namun Woolcombe tidak bisa segera menyampaikan surat dari ratunya itu. Ia dan kapal perang Inggris “Thalia” tertahan di Kuala Aceh karena belum mendapat izin berlabuh dari Belanda yang telah mengepung perairan Aceh. Belanda tidak ingin perwakilan Inggris itu menghentikan sementara penyerbuan mereka ke Aceh. Mengingat Belanda harus menjamin keselamatan orang Inggris setelah kedua negara itu terikat perjanjian politik.


Karena tidak kunjung diberi kabar, Woolcombe berencana memberikan suratnya kepada pemerintah Belanda agar disampaikan ke Sultan Aceh. Namun melihat situasi panas keduanya, ia tidak yakin surat itu akan tiba di tangan sultan. Di lain pihak, militer Belanda tidak bisa membiarkan seorang perwira Inggris berkeliaran di Aceh. Namun keselamatan Woolcombe juga tidak bisa dijamin jika ia menemui penguasa Aceh bersama-sama perwakilan pemerintah Belanda. Berhari-hari dilanda kebuntuan di atas kapal, para wakil ratu Inggris akhirnya pulang dengan tangan kosong.


“Demikianlah, hasilnya surat Ratu Victoria tidak dapat disampaikan, dan Kolonel Woolcombe pulang percuma ke negerinya,” tulis Said.


Saling bertukar surat antara penguasa Aceh dengan Inggris itu bukan kali pertama terjadi. Dua abad yang lalu, tepatnya tanggal 6 Juni 1602, seorang perwira AL kerajaan Inggris James Lancaster dikirim oleh Ratu Elizabeth I untuk memberikan sepucuk surat kepada penguasa Aceh, Sultan Alauddin Riayat Syah (berkuasa hingga 1604). Diketahui, surat tersebut menjadi penanda hubungan pertama Kesultanan Aceh dengan Kerajaan Inggris.


Dalam buku Sejarah Daerah Propinsi Daerah Istimewa Aceh, yang diterbitkan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Sejarah dan Kebudayaan, diceritakan bahwa melalui surat tersebut Kerajaan Inggris yang diwakili Lancaster dan rombongannya bermaksud melakukan hubungan dagang di wilayah perairan Malaka, melalui penguasa Aceh.


“Mereka diterima di kraton Aceh dalam sebuah resepsi yang diadakan oleh Sultan Aceh untuk menyambut dan menghormati mereka secara kebesaran.”


Setelah menerima surat dan penjelasan dari Lancaster tentang maksud kedatangannya, perwakilan Sultan Aceh mempersilahkan rombongan Ratu Inggris menemui sang sultan. Mereka disambut baik. Sebelum pulang, Sultan Aceh menitipkan surat balasan untuk Ratu Inggris sebagai bukti telah diterima hubungan diplomatik kedua negeri. Terbukanya jalan ke Aceh membuat kegiatan niaga Inggris di Malaka menjadi lancar. Inggris diharapkan menjadi sekutu terbaik Aceh.


“Para penguasa Aceh tidak pernah ragu-ragu bahwa mereka membutuhkan seorang sekutu yang memiliki angkatan laut yang kuat jika mereka ingin berhasil mengusir Belanda,” tulis Anthony Reid dalam Asal Mula Konflik Aceh: Dari Perebutan Pantai Timur Sumatera hingga Akhir Kerajaan Aceh Abad ke-19.*

 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
transparant.png
bottom of page