- 22 Apr 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 3 hari yang lalu
KASUS penembakan Brigadir Yosua Hutabarat pada 8 Juli 2022 oleh Bhayangkara Dua Richard Eliezer Lumiu menyeret nama perwira tinggi polisi yang menjadi bos keduanya, Inspektur Jenderal (Irjen) Ferdy Sambo. Sang bos divonis bersalah oleh pengadilan karena terbukti mendalangi kasus tersebut dengan memerintahkan Richard menembak Yosua dan merekayasa cerita tentangnya menjadi insiden tembak-menembak.
Yang pasti, orang Toraja dengan nama belakang Sambo menjadi tidak nyaman karena peristiwa memalukan tersebut. Irjen Pol. Sambo sendiri merupakan perwira tinggi asal Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Ada yang meyebut dia anak dari Mayjen Pol. Pieter Sambo. Ada pula yang menyebut dia sebagai keponakan Mayjen Pieter Sambo.
Sejatinya, Ferdy Sambo adalah anak dari Willem Sambo, bukan anak Pieter Sambo. Willem adalah saudara dari Pieter. Pieter dan Willem bagian dari 13 bersaudara anak pasangan Tungguru Sambo alias Samuel Sambo dengan Lai’Sulle alias Damaris Taruklangi. Samuel merupakan seorang guru yang juga pemuka agama Kristen Protestan di Toraja.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















