top of page

Rachman Masjhur Mencari Siswa

Ia sibuk mencari siswa untuk latihan Special Operation. Ia mengusulkan bekas siswa SPT dan Latihan Opsir Kalibakung jadi peserta pelatihan.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 24 Mar 2023
  • 2 menit membaca

BAGIAN V (KP-V), badan intelijen Kementerian Pertahanan, telah membangun pasukan yang berguna dalam operasi intelijen pada akhir 1947. Orang yang bertugas mencari kader untuk dilatih dalam pendidikan Special Operation atau Operasi Khusus adalah Letnan Kolonel Kanido Rachman Masjhur.


Rachman Masjhur termasuk anggota Special Operation. Pemuda kelahiran 13 Oktober 1919 ini adalah orang Minangkabau pertama yang diterima di Akademi Militer Kerajaan Belanda di Breda pada 1939.


“Kanido Masjhoer, anak Tuan Kahar Masjhoer, kepala sekolah di Fort de Kock (Bukittinggi), pada akhir bulan ini bersama [kapal] SS. Dempo akan berangkat ke Belanda,” tulis koran De Sumatra Post, 24 Juli 1939.


Menurut Benjamin Bouman dalam Van Driekleur tot Rood-Wit: De Indonesische officieren uit het KNIL 1900–1950, Rachman Masjhur adalah perwira KNIL yang pernah bertugas di Australia dan Malaka, setelah dibebaskan dari kamp tahanan Nazi. Ia pernah ditempatkan di Batalyon Gurkha di Surabaya. Ia kemudian malah bergabung dengan Kementerian Pertahanan RI.



ebagai anggota Special Operation, Rachman Masjhur telah bekerja keras mencari siswa. Mulanya, seperti arahan atasan, ia mencari bekas anggota Koninklijk Marine (KM) atau Angkatan Laut Kerajaan Belanda, Koninklijke Paketvaart Maatschappij (KPM) atau Maskapai Pelayaran Belanda, Gouvernement Marine (GM) atau Jawatan Pelayaran Belanda.


“Di sini ternyata bahwa para opsir (petugas) dari golongan-golongan tersebut sudah terlampau tua dan tak dapt lagi dipakai. Pun para opsir rendahnya tak dapat dipakai lagi baik buat guru maupun buat pelajar, tinggal satu golongan yaitu anak-anak dari Sekolah Pelayaran Tinggi. Golongan ini memenuhi syarat-syarat yang kita cita-citakan,” demikian laporan Rachman Masjhur dalam Arsip Kementerian Pertahanan No. 269.


Rachman Masjhur, yang berada di Eropa antara 1939 hingga 1945, tentu tidak mengetahui keberadaan bekas pelajar Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT). Sebab, SPT baru diadakan pada zaman pendudukan Jepang untuk menyediakan perwira kapal kayu bagi kepentingan militer Jepang di Indonesia. Pada 1950-an, Sukarno meresmikan SPT menjadi Sekolah Pelayaran Semarang (SPS). Dalam perjalanannya mengalami perubahan hingga kini menjadi Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.



Selain siswa SPT, Rachman Masjhur juga mengusulkan bekas siswa Latihan Opsir Kalibakung atau pelatihan perwira Angkatan Laut sebagai peserta pelatihan yang diadakan Special Operation. Pertimbangannya, ia menjelaskan dalam laporannya, bahwa selain kesulitan mencari siswa, waktu pelatihannya singkat dan untuk memudahkan pekerjaan instruktur.


Latihan Opsir Kalibakung dipimpin oleh Mayor Laut Raden Eddy Martadinata. Seorang pemuda Indonesia yang pernah belajar di GM sebelum Jepang datang. Setelah Jepang masuk Indonesia, ia pernah belajar dan mengajar di SPT. Sebelumnya ia pernah menjabat Kepala Staf Pangkalan ALRI Tegal. Ini mengapa Rachman Masjhur mengusulkan agar Martadinata dimasukan ke dalam Special Operation.



Ketika bekas siswa Latihan Opsir Kalibakung diusulkan menjadi peserta pelatihan Special Operation, mereka sudah menyebar ke beberapa daerah. Apalagi setelah Tegal diserang Belanda.


Para bekas siswa Latihan Opsir Kalibakung lalu dikumpulkan di Yogyakarta. Setelah terkumpul, mereka dibawa ke Sarangan, sebuah dataran tinggi di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di sana terdapat sebuah danau yang cocok untuk latihan. Arsip Kementerian Pertahanan No. 268 menyebut tempat yang dipersiapkan untuk pelatihan mereka adalah Sarang Garoeda Complex.


Setelah era Special Operation, Rachman Masjhur terus berkarier di tentara. Ia pernah menjadi Asisten Penelitian dan Pengembangan di Komando Pengembangan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) Angkatan Darat. Ia mencapai pangkat brigadir jenderal sebelum tutup usia pada 23 Agustus 1985 di Jakarta.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
transparant.png
bottom of page