top of page

Remy Sylado dan KNIL

Remy Sylado menulis lagu, puisi, novel, hingga teater. Penulis serba bisa ini dikenal dengan beberapa roman sejarah di antaranya menceritakan riwayat keluarganya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Remy Sylado (1945-2022). (Crisco 1492/Wikimedia Commons).

12 Des 2022
4 menit membaca

Diperbarui: 17 Mei

PADA abad-abad yang lalu, dari tanah Minahasa, pemuda bernama Jahezkiel alias Jez naik kapal ke Jawa. Ia hendak ke Magelang. Sebuah kota yang sedari dulu hingga sekarang tergolong kota tangsi. Sebelum Tentara Nasional Indonesia (TNI), dulunya tentara kolonial Koninklijke Nederlands Indische Leger (KNIL) juga bercokol di sana. Jez baru saja teekensoldij (mendaftar masuk) tentara.


Jez punya mimpi seperti sebagian pemuda Ambon, Manado, dan Bagelen, yaitu menjadi serdadu kompeni, sebutan untuk KNIL. Ia tidak main-main. Ia tidak ingin sekadar jadi anggota KNIL biasa. Ia ingin menjadi anggota Korps Marechaussee te Voet (Marsose Jalan Kaki), satuan antigerilya dalam KNIL yang lahir di masa Perang Aceh.


Pada akhirnya, Jez menjalani masa pelatihan Marsose. Ia punya kawan sesama serdadu di dalam barak. Di luar barak, ia jatuh cinta dan mengawini seorang perempuan Jawa. Sebagai Marsose, Jez dikirim ke Aceh untuk memerangi orang Aceh. Setelah sempat ditawan di sana, ia akhirnya kembali ke Magelang dan bertemu lagi dengan perempuan yang dicintainya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page