top of page

Repatriasi "Mulus" Usai Normalisasi

Upaya repatriasi benda bersejarah Indonesia dari Belanda baru mulai memberi hasil konkret di era Soeharto.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 23 Nov 2023
  • 3 menit membaca

SEJAK menyelesaikan pertikaian besar dalam revolusi kemerdekaan (1945-1949) melalui Konferensi Meja Bundar, Indonesia sudah mulai menuntut balik pengembalian benda-benda bersejarah yang dijarah Belanda. Amat pelik, sehingga satu per satu warisan Nusantara itu baru bisa kembali ke tanah air semasa pemerintahan Orde Baru.


Tensi politik dan trauma yang membekas masih mendominasi ketika draf perjanjian kebudayaan gagal terealisasi pada KMB. Pun juga ketika Menteri Pengajaran, Pendidikan dan Kebudajaan Moh. Yamin melakukan penjajakan lanjutan dengan lawatannya ke Belanda pada 1954.


“Kita sebenarnya sudah meminta kembali dari 1949. Jadi para pendahulu kita sudah memproses dan responnya dari Belanda pelan sekali. Jadi tahun 1950-an, 1960-an enggak ada yang balik. Tahun 1970-an mulai zaman Presiden Soeharto, (arca) Prajnaparamita kembali, beberapa benda Pangeran Diponegoro sempat kembali,” ujar Dirjen Kebudayaan RI Hilmar Farid di program “Belanda Kembalikan Ratusan Benda Pusaka tapi Tak Ada Ganti Rugi Korban Westerling” di akun Youtube Akbar Faizal Uncensored, 17 Juli 2023.


“Normalisasi” hubungan RI-Belanda sejatinya sudah dimulai pasca-Belanda melepaskan Irian Barat (kini Papua) pada 1963. Seiring itu juga peluang pertukaran misi kebudayaan mulai terbuka.


Meski begitu, peluang kerjasama pendidikan dan kebudayaan tersebut baru benar-benar terealisasi pada 1968, setahun setelah pemerintahan Orde Baru naik menggantikan Orde Lama. Realisasi kerjasama itu didasarkan pada Perjanjian Kebudayaan antara RI-Belanda yang diteken Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Fuad Hasan dan Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Belanda J.J.M. Ritzen di Den Haag pada 7 Juli 1968.


Beberapa isi perjanjiannya adalah pertukaran pelajar dan kerjasama penelitian. Masing-masing pihak menyiapkan anggarannya dalam tiap programnya.


“Kalau dulu makan di restoran ada yang bayar, sekarang bayar sendiri-sendiri. Tapi tetap bisa makan sama-sama kan,” celetuk Fuad, dikutip buku Profil Menteri Pendidikan Orde Baru: Fuad Hasan, Jilid VII.



Kembalinya Warisan Nusantara dari Belanda hingga Jepang


Perjanjian Kebudayaan 1968 juga membuka lebar peluang penjajakan repatriasi benda-benda bersejarah lagi. Menurut “Memorandum Akhir Masa Jabatan Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra (1968-1978)” yang dirilis Ditjen Kebudayaan RI (1978), Belanda mengawalinya dengan mengembalikan naskah kuno Nagarakrtagama pada 1970. Naskah itu tiba di tanah air pada 1972.


Naskah dari era Majapahit itu resmi diserahkan secara simbolis pada 2 September 1970. Penyerahannya dilakukan secara langsung oleh Ratu Juliana kepada Presiden Soeharto di Huis Ten Bosch.


“Tetapi menariknya waktu itu diserahkan sebagai semacam hadiah. Jadi goodwill-nya (Belanda), padahal milik kita,” sambung Hilmar.


Oleh karenanya, usai pertemuan Menteri Luar Negeri RI Adam Malik dan Menteri Luar Negeri Belanda Max van der Stoel, muncul usulan agar dibentuk tim ahli dari masing-masing pihak untuk agenda repatriasi berikutnya pada 1975.



Tim ahli itu kemudian juga diketuai oleh Ida Bagus Mantra. Dari sejumlah daftar benda-bendanya, satu per satu yang berhasil dipulangkan. Antara lain arca Prajnaparamita dari era Kerajaan Singhasari dan sejumlah benda peninggalan Pangeran Diponegoro, lalu beberapa benda asal Irian Jaya pada 1975, fosil gajah kerdil dan kura-kura raksasa dari Flores pada 1977.


“Ada beberapa benda yang sejak komite (tim ahli) 1975, enggak semuanya kembali. Komite yang diketuai Prof. Ida Bagus Mantra itu baru bisa mengembalikan arca Prajnaparamita, tahun 1978 mahkota Lombok, dan beberapa benda milik Pangeran Diponegoro,” ujar eks-Dubes RI untuk Belanda periode 2015-2020, I Gusti Agung Wesaka Puja, dalam program “Dialog Sejarah: Ada yang Mau Pulang” di kanal Youtube Historia.id, 28 Juli 2023.


Pada tahun yang sama, 1978, juga berhasil dipulangkan fosil Pithecanthropus mojokertensis dari Jerman Barat, keris Sumatera, dan tusuk konde dari Jepang.


“Sementara yang masih pending sampai sekarang belum kembali juga, sesuai dengan list yang diajukan oleh Komite 1975, di situ termasuk Luwu Regalia, harta karun Lombok juga belum tuntas semua, kemudian juga dalam koleksi Aceh, kemudian yang terutama juga adalah koleksi dari (Eugène) Dubois, Manusia Jawa (Pithecanthropus erectus, red.),” tandasnya.






Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
transparant.png
bottom of page